Main Agenda: Korve, membangun kesadaran kolektif menangani masalah sampah
Korve, membangun kesadaran kolektif menangani masalah sampah
Pada pagi hari Minggu di Jalan Ijen, Kota Malang, Jawa Timur, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq bersama Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, Bupati Malang M Sanusi, dan sejumlah aparatur sipil negara (ASN) di wilayah Malang Raya melaksanakan kegiatan kerja bakti bersama. Mereka melakukan pembersihan secara berkelompok, mengumpulkan sampah dengan alat tangan dan menyimpannya dalam karung goni putih. Pemilihan lokasi ini didasarkan pada fakta bahwa Jalan Ijen setiap minggu menjadi tempat pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di Kota Malang.
Hal ini memungkinkan adanya kehadiran masyarakat yang beraktivitas, serta kesempatan untuk mengajak mereka berpartisipasi dalam korve sebagai bentuk kegiatan bersama mengatasi masalah sampah secara bersamaan. Di Kota Malang, Hanif mengajak warga untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan, agar suasana alam dan kenyamanan tetap terjaga.
Sebelumnya, Hanif bersama tim Kementerian Lingkungan Hidup telah mengadakan kegiatan korve di Kalimalang, Kabupaten Bekasi, Pantai Jimbaran, Badung, Bali, dan Kota Surabaya.
Istilah korve pertama kali diperkenalkan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam wawancara saat Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2). Secara umum, korve atau kurvei adalah istilah yang umum digunakan dalam lingkungan militer dan polisi. Tujuannya adalah memastikan kebersihan fasilitas umum, meningkatkan disiplin, serta mendorong kerja sama. Korve mencerminkan bentuk kegiatan kerja bakti, gotong royong, atau tugas tambahan yang bertujuan membersihkan lingkungan.
Menurut Menteri Lingkungan Hidup dan para kepala daerah, korve tidak hanya sekadar ajakan, tetapi harus dijadikan instrumen dan metode awal untuk menangani sampah, demi menciptakan lingkungan bersih, indah, dan sehat. Masalah sampah merupakan tanggung jawab bersama. Penanganannya tidak bisa dilakukan secara individual, tetapi melalui pendekatan kolektif untuk mewujudkan korve sebagai fondasi utama.
Tujuan dari korve adalah membentuk kesadaran kolektif tentang pentingnya kebersihan lingkungan, serta mendukung Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI). Melalui partisipasi bersama ini, muncul kebiasaan sederhana seperti menghargai hubungan antara manusia dan alam, serta membuang sampah pada tempatnya yang benar.