New Policy: Beri Hunian Layak, Satgas PRR Kebut Pembangunan Huntap & Huntara

Percepatan Pembangunan Hunian untuk Korban Bencana

Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pasca Bencana Sumatera terus meningkatkan kecepatan pembangunan hunian tetap (huntap) dan hunian sementara (huntara) guna memenuhi kebutuhan tempat tinggal layak bagi korban bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Inisiatif ini bertujuan memberikan solusi hunian yang memadai bagi warga yang terdampak bencana.

Strategi Berbasis Data untuk Hunian Tetap

Ketua Satgas PRR, Muhammad Tito Karnavian, menjelaskan bahwa percepatan pembangunan hunian tetap memerlukan pendekatan yang terstruktur. Ia menekankan pentingnya data sebagai dasar untuk memutuskan antara dua skema pembangunan, yaitu in situ atau relokasi ke kawasan komunal.

“Kunci utama huntap adalah data. Saya mohon dengan segala hormat, rekan bupati/wali kota, buatlah tim kecil untuk mengumpulkan informasi mengenai rumah yang rusak parah atau hilang. Setiap keluarga akan dipertanyakan secara individual, apakah ingin membangun sendiri dengan stimulus Rp 60 juta yang diberikan dua tahap, atau dibangun oleh BNPB di lokasi yang sama. Pilihan kedua adalah pembangunan di kompleks komunal,” ujar Tito dalam pernyataan tertulis, Jumat (3/4/2026).

Capaian dan Progres di Tiga Wilayah Terdampak

Pada Jumat (3/4/2026), Satgas PRR mencatatkan peningkatan jumlah hunian tetap dan sementara yang telah selesai dibangun di tiga daerah yang terkena dampak. Angka tersebut mencerminkan kemajuan dalam upaya mengatasi kebutuhan tempat tinggal warga yang terdampak.

Di Sumbar, sebanyak enam hunian tetap telah selesai dibangun dari total 3.260 unit yang direncanakan, dengan 441 unit sedang dalam proses. Sementara di Sumut, 120 hunian tetap rampung dibangun dari rencana 5.690 unit, sementara 404 unit masih dalam pengerjaan. Aceh mencatatkan 104 unit hunian tetap selesai, dari total 26.418 unit yang akan dibangun, dan 395 unit sedang dibangun.

Pembangunan Hunian Sementara Paralel dengan Huntap

Dalam upaya mengurangi ketergantungan pada tenda darurat, Satgas PRR juga mempercepat konstruksi hunian sementara bagi pengungsi. Data dari periode yang sama menunjukkan 17.084 unit hunian sementara telah rampung, mencapai 89% dari target 19.135 unit.

Aceh menjadi wilayah dengan progres tertinggi, mencapai 88% dari total 17.281 unit yang direncanakan. Sumut menyelesaikan 995 unit dari 1.024 yang akan dibangun, dengan progres 97%. Sumbar, di sisi lain, telah menyelesaikan seluruh unit hunian sementara yang direncanakan, sebanyak 830 unit.

Dana Tunggu Hunian (DTH) untuk Keluarga yang Tidak Memilih Huntara

Satgas PRR juga menyalurkan Dana Tunggu Hunian (DTH) kepada keluarga korban bencana yang memilih tidak tinggal di hunian sementara. Besaran dana yang diberikan adalah Rp 600.000 per bulan selama tiga bulan, sehingga setiap kepala keluarga menerima total Rp 1,8 juta.

Hingga Jumat (3/4), seluruh rekening penerima DTH telah mendapatkan transfer dana dengan tingkat penyaluran mencapai 100%. Rincian penerimaan terdiri dari 8.099 keluarga di Aceh, 4.162 di Sumut, dan 1.760 di Sumbar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *