Main Agenda: Temui Din Syamsuddin, Dubes Iran Serukan Kampanye Antiperang AS Vs Iran
Temui Din Syamsuddin, Dubes Iran Serukan Kampanye Antiperang AS Vs Iran
Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, melakukan pertemuan dengan mantan pimpinan organisasi Muhammadiyah, Din Syamsuddin, di kediaman tokoh tersebut di Jakarta Selatan. Dalam sesi tersebut, Boroujerdi menekankan pentingnya kampanye menentang perang antara Amerika Serikat dan Iran.
“Umat Islam wajib bersatu agar bisa menghadapi serangan dan peperangan yang dilancarkan oleh Zionis serta Amerika,” ujar Boroujerdi saat berbicara di lokasi, Jumat (3/4/2026).
Dubes Iran juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemerintah Indonesia atas sikap responsif dalam menanggapi konflik tersebut. Ia menyoroti kesiapan pihak berkuasa untuk berperan sebagai penengah perdamaian.
“Saya mengucapkan apresiasi dan rasa terima kasih yang tulus kepada pemerintah RI yang setelah perang Amerika-Israel melawan Iran, menunjukkan kesediaan menjadi fasilitator perdamaian di wilayah itu,” jelasnya.
Lebih lanjut, Boroujerdi menyebut ada dorongan dari berbagai pihak untuk membangun aliansi atau gerakan kampanye antiperang. Ia menambahkan bahwa masyarakat bisa menyetujui pembentukan kelompok yang bertujuan menentang agresi terhadap Iran atau negara lainnya.
“Banyak teman-teman mendesak kita untuk membuat kampanye antiperang, jadi ini bisa jadi momen penting untuk menciptakan kolaborasi atau konsorsium yang mengutamakan perdamaian,” tuturnya.
Konflik antara AS dan Iran, menurut Boroujerdi, telah memengaruhi berbagai negara, termasuk Indonesia. Ia mengingatkan bahwa perlu direspons secara bijak terkait akar masalah dan pelaku konflik.
“Kita harus membedakan siapa yang menjadi korban dan siapa penyebabnya. Jangan sampai terbalik, sehingga pelaku menjadi korban dan korban dianggap pelaku,” tambahnya.
Din Syamsuddin: Persatuan Umat Islam Diperlukan
Din Syamsuddin mengajak masyarakat Indonesia tetap menjaga persatuan dan tidak terprovokasi oleh ketegangan internasional. Ia menegaskan bahwa musibah yang menimpa rakyat Iran seharusnya dilihat sebagai bagian dari perjuangan umat Islam secara global.
“Sekali lagi, kami dari ormas Islam meminta persatuan umat Islam, baik pemerintah maupun masyarakat, agar musibah di Iran segera berlalu,” ucap Din Syamsuddin.
Ia juga menyoroti peran sejarah umat Islam di Iran sebagai penggerak peradaban agama pada masa pertengahan. Din berharap kekuatan tersebut dapat terus dijaga dan diperkuat.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh, seperti Wakil Ketua Dewan Pertimbangan MUI Muhyiddin Junaidi, Ketua Umum Wanita Islam Marfua Mustofa, serta organisasi keagamaan lainnya.