Pasukan Perdamaian Kembali Jadi Korban Serangan di Lebanon
Pasukan Perdamaian Kembali Jadi Korban Serangan di Lebanon
Sebuah ledakan terjadi di area posisi pasukan perdamaian PBB, United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), di Lebanon. Kejadian ini menyebabkan tiga anggota pasukan terluka, dua di antaranya mengalami cedera serius. Juru bicara UNIFIL, Kandice Ardiel, mengungkapkan bahwa semua korban saat ini sedang dievakuasi ke rumah sakit. Sumber tidak mengungkapkan sumber ledakan tersebut.
Peringatan dari Kedutaan Besar AS
Dilansir kantor berita AFP, Sabtu (4/4/2026), Kedutaan Besar Amerika Serikat di Lebanon memberikan peringatan bahwa Iran dan kelompok-kelompok sekutunya dapat mencoba menargetkan institusi pendidikan di negara itu. Lokasi tersebut menjadi titik pertempuran antara Hizbullah, kelompok militan yang didukung Teheran, dengan Israel.
Perang Timur Tengah yang Memanas
Lebanon terlibat dalam konflik regional sejak 2 Maret ketika Hizbullah meluncurkan rudal ke Israel sebagai balasan atas serangan AS-Israel yang membunuh pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Sebagai respons, Israel meluncurkan serangan masif di berbagai wilayah Lebanon serta menyerang secara darat di bagian selatan negara tersebut.
Otoritas Lebanon mencatat total 1.368 korban tewas dalam sebulan konflik. Pasukan UNIFIL ditempatkan di wilayah selatan, dekat perbatuan. Serangan baru oleh militer Israel di Beirut Selatan dilakukan dengan alasan menyerang “infrastruktur teror” setelah memberikan instruksi evakuasi untuk area tersebut. Benteng Hizbullah telah kosong dari penduduk karena serangan berulang.
“Ledakan terjadi di dalam posisi PBB… melukai tiga pasukan penjaga perdamaian, dua di antaranya luka serius. Mereka semua saat ini sedang dievakuasi ke rumah sakit. Kami belum mengetahui asal ledakan tersebut,” ujar Kandice Ardiel.
Saat ledakan terjadi, seorang koresponden AFP mendengar bunyi peledakan sambil meliput penggerebekan di daerah tersebut oleh Kantor Berita Nasional yang dioperasikan pemerintah.