Topics Covered: Cerita Aaron Puasa-Menangis Perankan Yesus dalam Jalan Salib Kreatif Katedral

Pertunjukan Jalan Salib Berikan Pengalaman Spiritual Unik untuk Pemain

Pada hari Jumat Agung, Gereja Katedral Jakarta menggelar pertunjukan Jalan Salib yang menarik perhatian pengunjung. Aktor-aktor yang terlibat dalam keseluruhan proses latihan mengungkapkan perjalanan spiritual mereka selama memerankan karakter-karakter dalam kisah tersebut.

Aaron Ajiguna: Menjalani Peran Yesus dengan Puasa dan Air Mata

Aaron Ajiguna, yang memerankan Yesus, menceritakan bahwa ia melalui beberapa pengorbanan selama persiapan. Ia menjelaskan, dalam proses latihan, ia sempat berpuasa beberapa kali. Saat mengikuti misa, kadang-kadang ia merasa berlinang air mata.

“Dalam proses persiapan, saya sempat berpuasa beberapa kali. Saat mengikuti misa, kadang-kadang saya merasa berlinang air mata,” kata Aaron setelah pertunjukan berakhir.

Ia juga menyampaikan bahwa ia merasa dapat merasakan sekelipit pengalaman hidup Yesus pada masa-Nya. Menurut Aaron, ini adalah pengalaman luar biasa yang sulit dijelaskan secara rapi.

Mikael: Menghadapi Peran Simon Petrus dengan Interpretasi Bahasa

Mikael, yang memerankan Simon Petrus, mengungkapkan bahwa perannya memicu perasaan batin yang cukup kompleks. Ia menuturkan, awalnya ada rasa penolakan karena adegan yang diambil langsung dari kitab suci.

“Awalnya, saya merasa ada sedikit rasa penolakan karena perannya cukup rumit, melibatkan berbagai adegan yang diambil langsung dari kitab suci. Sutradara memberikan interpretasi bahasa untuk membantu jemaat memahami makna kitab suci tersebut,” ujarnya.

Ia dan rekan-rekannya menjalani latihan selama lima bulan. Mikael mengaku puas dengan hasil akhir, karena ini kali pertama ia menjadi tokoh utama dalam Jalan Salib.

Arya Setiawan: Kembali Berperan sebagai Yesus yang Disalib

Arya Setiawan, yang kembali memerankan Yesus yang disalib, mengatakan bahwa ia mendapat makna dalam perjalanan spiritualnya. Ini kali kedua ia bermain sebagai Yesus, sehingga ia merasakan gejolak batin yang lebih dalam.

“Saya mengalami perasaan batin yang cukup bergejolak, terutama karena ini kali kedua saya memerankan Yesus yang disalib. Saat akan memasuki babaknya, saya masih merasa ragu apakah Tuhan benar-benar memilih saya dalam peran ini,” ungkap Arya.

Arya juga menyebutkan bahwa katedral Jakarta terus berinovasi dengan tema Jalan Salib yang berbeda, berdasarkan sudut pandang masing-masing tokoh utama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *