Main Agenda: Menteri Kebudayaan Fadli Zon Dorong Pemanfaatan Situs Warisan BUMN Jadi Ruang Budaya Interaktif

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Dorong Pemanfaatan Situs Warisan BUMN Jadi Ruang Budaya Interaktif

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengungkapkan rencana untuk mengubah bangunan bersejarah yang dikuasai BUMN menjadi tempat budaya dan edukasi interaktif, seperti museum. Tujuan utamanya adalah meningkatkan nilai warisan nasional dan menarik minat masyarakat luas. Pemanfaatan situs tersebut, yang sebagian besar belum optimal, menjadi fokus pemerintah dalam upaya melestarikan budaya bangsa.

Dalam strategi ini, Fadli Zon menekankan pentingnya membangun ruang produktif dari aset bersejarah. Kolaborasi lintas sektor, termasuk Kementerian Kebudayaan, BUMN, perusahaan swasta, dan komunitas, dianggap kunci sukses. Menteri Zon menyebutkan, situs-situs warisan BUMN bisa diubah menjadi pusat kebudayaan yang dinamis, seperti museum dan ruang edukasi.

Kolaborasi dengan Danantara

Pembicaraan intensif terus berlangsung antara Kementerian Kebudayaan dan Danantara, dana abadi negara. Diskusi tersebut bertujuan merevitalisasi bangunan bersejarah yang dimiliki perusahaan negara. Inisiatif ini diharapkan memberikan manfaat luas, termasuk mengoptimalkan potensi budaya dan pendidikan yang tersembunyi di dalam aset-aset tersebut.

Salah satu contoh yang disebutkan adalah bangunan Jasa Raharja di kawasan Kota Tua Jakarta. Menurut Menteri Zon, gedung ini berpotensi menjadi museum fotografi dan film. Lokasinya yang strategis, serta nilai sejarahnya, akan menarik perhatian pengunjung.

“Kita masih kekurangan museum film dan fotografi yang layak, padahal kita memiliki banyak koleksi berharga,” ujar Fadli Zon.

Menteri Zon menyoroti peran film sebagai medium strategis dalam promosi budaya. Ia menambahkan, tantangan utamanya adalah menemukan ruang yang tepat untuk memajang koleksi. Konversi gedung Jasa Raharja bisa menjadi solusi, sekaligus memperkaya khazanah pariwisata Jakarta.

Dukungan dari Jasa Raharja

Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menegaskan bahwa bangunan perusahaan bukan hanya aset komersial, tetapi bagian dari warisan yang wajib dilindungi.

“Lebih dari sekadar aset perusahaan, bangunan ini adalah bagian dari warisan yang harus dilindungi dan dimanfaatkan,” kata Awaluddin.

Kolaborasi ini juga sejalan dengan komitmen Jasa Raharja untuk pelestarian budaya. Awaluddin optimis, transformasi situs tersebut akan menciptakan pengalaman edukasi dan budaya yang menarik bagi masyarakat. Proyek ini berpotensi menjadi magnet wisata baru di Kota Tua, sekaligus menampilkan kekuatan kreatif Indonesia secara global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *