Key Issue: Daftar Barang Hotel yang Paling Sering Dicuri Tamu, Ada Selimut!

Daftar Barang Hotel yang Paling Sering Dicuri Tamu, Ada Selimut!

Menginap di hotel sering kali dianggap sebagai pengalaman yang menyenangkan bagi banyak orang. Fasilitas seperti handuk lembut atau jubah mandi empuk bisa membuat tamu merasa nyaman. Namun, ada kebiasaan yang secara diam-diam merugikan industri perhotelan: tamu sering membawa barang-barang dari kamar mereka sendiri.

Laporan Survei: Handuk Jadi Paling Sering ‘Menghilang’

Menurut laporan yang dirilis Deluxe Holiday Homes awal tahun ini, sejumlah barang hotel kerap ‘hilang’ sebelum tamu check-out. Survei melibatkan lebih dari 1.200 staf dan pemilik hotel, dan hasilnya menunjukkan bahwa handuk menjadi item yang paling sering dibawa pulang. Hampir 9 dari 10 responden menyebut bahwa handuk adalah barang yang paling sering dicuri, seperti dijelaskan dalam laporan itu, melansir Travel and Leisure.

“Handuk adalah barang yang paling sering dicuri, dengan hampir 9 dari 10 responden menyebut barang ini kerap menghilang dari kamar,”

Tamuan menganggap handuk mudah dibawa karena fungsinya yang praktis. Selain itu, jubah mandi atau bathrobe juga masuk dalam daftar barang yang sering dibawa pulang, meski tidak semua tamu menyadarinya. Sekitar 66 persen responden menyebut bahwa bathrobe sering ‘menghilang’, meski harganya bisa mencapai US$50 (sekitar Rp850 ribu) per unit.

Barang sederhana seperti gantungan baju juga kerap menjadi incaran tamu. Sekitar 55 persen peserta survei mengatakan, gantungan baju sering hilang karena ukurannya kecil dan ringan. Selain itu, beberapa perlengkapan mandi seperti sabun, sampo, dan tisu juga tak jarang ‘diboyong’ tamu, meski sebagian dari mereka hanya disediakan sebagai fasilitas.

Yang mengejutkan, selimut hotel juga masuk dalam daftar barang yang sering dicuri. Meski besar dan mahal, sekitar US$75 (Rp1,27 juta) hingga US$150 (Rp2,55 juta) per unit, selimut tetap menjadi target. Fenomena ini, menurut pelaku industri, disebabkan oleh anggapan bahwa barang di kamar hotel bisa dianggap sebagai ‘bonus’ tamu. Namun, tidak semua fasilitas semestinya dibawa pulang.

Secara keseluruhan, praktik ini menyebabkan kerugian hingga US$100 juta per tahun di Amerika Serikat saja. Oleh karena itu, tamu mungkin lebih bijak untuk menikmati fasilitas hotel di tempatnya, tanpa memasukkan barang-barang tersebut ke dalam koper saat check-out.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *