Topics Covered: Banjarmasin Raya Wujudkan Pengolahan Sampah Jadi Energi Listrik, Gandeng Dua Kabupaten Tetangga
Banjarmasin Raya Berhasil Implementasikan Proyek Konversi Sampah ke Energi Listrik
Kota Banjarmasin dan dua kabupaten tetangga, Banjar serta Barito Kuala, berkolaborasi dalam mewujudkan inisiatif pengolahan sampah menjadi energi listrik sebagai contoh nasional. Proyek ini bertujuan menangani volume sampah sekitar 678 ton per hari dan mendukung Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah).
Dalam upaya ini, Walikota Banjarmasin, H. Muhammad Yamin HR, mengungkapkan telah melakukan pertemuan dengan Bupati Banjar H. Saidi Mansyur dan Bupati Barito Kuala H. Bahrul Ilmi pada Jumat, 3 April 2026. Hasil diskusi menegaskan komitmen mengatasi kenaikan sampah di tiga wilayah tersebut. Proyek ini lahir dari rapat koordinasi di Jakarta yang dipimpin Menteri Koordinator Pangan Zulkifli Hasan dan diikuti oleh Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq pada 31 Maret 2026.
Komitmen bersama ini diharapkan mewujudkan sistem pengolahan sampah regional yang terpadu. “Kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk mengubah cara pandang sampah dari beban menjadi sumber energi dan peluang ekonomi,” tulis Yamin dalam pernyataan resmi. Proyek yang dimulai dari Banjarmasin Raya juga menargetkan solusi taktis menghadapi peningkatan sampah akibat pertumbuhan populasi.
Dalam penyusunan implementasi, empat opsi lokasi telah diajukan kepada Kementerian Lingkungan Hidup. Lokasi yang dipertimbangkan meliputi TPAS Basirih di Kota Banjarmasin, TPAS Tabing Rimbah di Barito Kuala, serta dua lokasi di Kabupaten Banjar, yakni dekat Terminal Gambut Barakat (TGB) dan belakang Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum. Tim teknis akan mengevaluasi pilihan tersebut untuk menemukan yang paling optimal.
Kementerian Lingkungan Hidup juga menyebutkan bahwa proyek serupa di beberapa daerah seperti Semarang Raya dan Banten akan segera beroperasi. Untuk Banten, target penyelesaian pembangunan fasilitas PSEL (Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik) diperkirakan dalam tiga tahun. Sementara itu, di Pulau Bali, groundbreaking proyek PSEL akan dimulai pada Maret 2026 mendatang.
Dalam upaya menjaga keberlanjutan lingkungan, Pemkab Serang mengusulkan TPA Benowo sebagai contoh PSEL daerah. Proyek ini berharap mengubah 1.000 ton sampah per hari menjadi energi listrik. Selain itu, Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH Hanif Faisol Nurofiq menekankan bahwa pembangunan fasilitas konversi sampah menjadi energi merupakan langkah krusial untuk mencapai target nol sampah nasional.
“Kita berharap setelah ini, selaras dengan arahan pusat, kita dapat mempersiapkan diri untuk menentukan arah, kesiapan teknis hingga anggaran dalam penanganan sampah menjadi energi,” ujar Yamin.