Special Plan: Operasi Pasar Murni Pemkot Kediri Sukses Kendalikan Inflasi Maret 2026

Operasi Pasar Murni Pemkot Kediri Sukses Kendalikan Inflasi Maret 2026

Kota Kediri Stabilkan Harga Pangan Dengan Program OPM

Pemerintah Kota Kediri menerapkan Operasi Pasar Murni (OPM) yang berhasil menekan inflasi bulan Maret 2026. Program ini bertujuan menjaga harga kebutuhan pokok tetap terkendali di tengah tekanan ekonomi global. Hasilnya, inflasi mencapai 4,03 persen secara tahunan dan 0,41 persen bulanan, menunjukkan perbaikan dalam dinamika harga.

Kepala Bagian Administrasi Perekonomian Pemkot Kediri, Bambang Tri Lasmono, mengatakan koordinasi dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menjadi faktor utama keberhasilan ini. Selain OPM, Gerakan Pangan Murah (GPM) juga diterapkan untuk memastikan pasokan bahan pokok tetap lancar. Langkah-langkah ini bertujuan melindungi daya beli warga dari fluktuasi harga yang tidak terduga.

“OPM berhasil stabilkan harga beberapa komoditas, terutama cabai rawit yang mengalami deflasi 0,03 persen di Maret,” kata Bambang Tri Lasmono.

Kebijakan OPM melibatkan penjualan langsung bahan pokok dengan harga lebih rendah dari pasar. Sementara itu, inflasi bulanan sebelumnya mencapai 0,32 persen. Program ini dinilai efektif dalam mengurangi tekanan inflasi akibat kenaikan harga BBM nonsubsidi yang mulai berlaku sejak 1 Maret 2026.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri, Emil Wahyudiono, menyebutkan data IHK pada Maret 2026 mencapai 110,41. Meski ada kenaikan harga beberapa komoditas, seperti cabai merah dan daging ayam ras, OPM serta GPM berhasil menjadi penopang stabilitas ekonomi lokal.

Fluktuasi harga pada Maret 2026 dipengaruhi faktor eksternal seperti kenaikan BBM dan internal seperti permintaan tinggi saat bulan Ramadhan. Daging ayam ras, bensin, serta angkutan antarkota masing-masing menyumbang 0,07 persen, 0,04 persen, dan 0,03 persen terhadap inflasi bulanan. Sebaliknya, cabai rawit dan tarif kereta api menunjukkan deflasi sebesar -0,03 persen dan -0,01 persen.

Berbagai kebijakan pemerintah, seperti penurunan tarif kendaraan travel dan harga emas perhiasan, juga berkontribusi menstabilkan ekonomi. Ketersediaan pasokan tetap dipastikan, terutama untuk bahan pokok strategis seperti beras, jagung manis, dan minyak goreng. Masyarakat diimbau belanja sesuai kebutuhan untuk menghindari gangguan inflasi.

Analisis Komoditas dan Dampak Global

Kenaikan harga terjadi pada cabai merah, daging ayam ras, telur ayam ras, serta daging sapi. Perubahan permintaan mendorong peningkatan inflasi, terutama di sektor pangan. Sementara itu, beberapa komoditas seperti cabai rawit dan tarif kereta api justru menurunkan laju inflasi.

Emil Wahyudiono menambahkan, inflasi bulanan di Kediri terutama dipengaruhi oleh perubahan harga BBM nonsubsidi dan permintaan tinggi selama Ramadan. “Program GPM berperan signifikan dalam mengurangi tekanan inflasi,” jelas Emil Wahyudiono.

TPID Kota Kediri terus memantau pasar untuk mengantisipasi kenaikan harga yang bisa terjadi akibat kondisi geopolitik internasional. Dengan OPM dan GPM, Pemkot Kediri bertujuan menjaga keseimbangan ekonomi dan daya beli masyarakat, terutama dalam menghadapi tekanan global terhadap BBM dan pangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *