Latest Program: Kebugaran Pemain Jadi Kendala Utama Malut United Raih Kemenangan atas Arema FC
Kebugaran Pemain Jadi Kendala Utama Malut United Raih Kemenangan atas Arema FC
Pelatih Malut United, Hendri Susilo, menyebutkan bahwa kondisi fisik para pemain menjadi hambatan utama dalam pertandingan melawan Arema FC. Kesulitan ini membuat tim gagal meraih poin penuh di Stadion Kanjuruhan, Malang, dengan skor 1-1. Kesempatan berikutnya untuk menyegarkan performa tim akan datang dalam laga kandang melawan Dewa United, yang dijadwalkan pada 12 April mendatang.
Kondisi kebugaran yang menurun terasa jelas sejak menit ke-60 pertandingan. Hendri mengakui kelelahan para pemain mengganggu strategi pertahanan dan serangan. Karena itu, ia memutuskan mengubah formasi awal yang biasanya empat bek menjadi lima bek, sebagai respons terhadap kebutuhan memperkuat pertahanan. Gelandang bertahan Wbeymar Angulo pun dipaksa mundur, menyebabkan perubahan taktik.
“Penurunan stamina yang dialami para pemain Malut United secara signifikan memengaruhi pilihan taktik pelatih Hendri Susilo,” ungkap pelatih tersebut.
Dalam pertandingan ini, Malut United lebih mengandalkan serangan balik melalui sektor sayap. Umpan silang ke arah penyerang andalan, David da Silva, menjadi strategi utama. Meski tidak optimal, tim masih mampu membawa pulang satu poin. Hendri menilai hasil ini adil, mengingat keadaan yang dihadapi.
Saat ini, Malut United berada di posisi keempat klasemen sementara BRI Super League 2025/2026. Mereka mengumpulkan 46 poin dari 26 pertandingan, dengan 13 kemenangan, tujuh hasil imbang, dan enam kali kekalahan. Meski konsistensi menjadi kunci, masalah kebugaran pemain perlu segera diperbaiki agar performa tetap stabil.
Pelatih Malut United juga mewaspadai kebangkitan Semen Padang sebelum laga krusial berikutnya. Dengan hasil imbang melawan Arema FC, Hendri ingin memastikan tim bisa menjaga posisi saat menghadapi Bhayangkara Presisi Lampung FC di pekan ke-19. Persiapan intensif diharapkan membawa perubahan signifikan.
Sebelumnya, Malut United mengalami kekalahan 0-2 dari PSIM Yogyakarta di kandang sendiri. Hendri bertekad membawa tim bangkit, menghadapi tantangan baru yang mungkin menguji ketahanan fisik dan mental pemain.