Main Agenda: BRIN jajaki kerja sama riset kewilayahan global dengan Rusia
BRIN Jajaki Kerja Sama Riset Kewilayahan Global dengan Rusia
Jakarta — Pertemuan antara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dengan Russian Academy of Sciences berlangsung di Gedung Widya Graha BRIN, Jakarta, Selasa (31/3). Kegiatan ini fokus pada eksplorasi potensi kerja sama riset kewilayahan global, sekaligus penguatan hubungan strategis di bidang sosial, humaniora, dan studi wilayah.
Dalam sesi diskusi, Kepala Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Sosial dan Humaniora BRIN, Muhammad Najib Azca, menyampaikan bahwa pertemuan menjadi kesempatan untuk memahami prioritas penelitian masing-masing lembaga. “Kedepannya, diharapkan bisa berkembang menjadi kerja sama yang lebih konkret,” tutur Najib dalam keterangan di Jakarta, Sabtu.
“Kolaborasi internasional adalah elemen kunci dalam meningkatkan kualitas riset nasional dan daya saingnya. Interaksi langsung antarpeneliti lintas negara membuka peluang pertukaran perspektif, metode, serta praktik terbaik untuk menghasilkan wawasan yang lebih luas,” ujar Najib.
Kepala Pusat Riset Kewilayahan BRIN, Fadjar Ibnu Thufail, mengatakan bahwa kunjungan ini memulai komunikasi ilmiah berkelanjutan dan upaya mencari keselarasan dalam agenda riset kedua pihak. “Kami menghargai kesempatan berdiskusi dengan para peneliti dari Russian Academy of Sciences. Dialog ini penting untuk mengidentifikasi titik temu kepentingan riset, khususnya terkait pengembangan wilayah berkelanjutan, dinamika kawasan, serta pendekatan interdisipliner,” tambahnya.
Fadjar juga menegaskan bahwa kolaborasi diharapkan tidak hanya berupa pertukaran ide, tetapi berkembang menjadi penelitian bersama, publikasi bersama, serta penguatan kapasitas SDM melalui program mobilitas dan forum ilmiah internasional.
Mewakili Russian Academy of Sciences, Direktur Institute of China and Contemporary Asia, Kirill Babaev, menilai pertemuan ini sebagai langkah awal yang konstruktif untuk membangun kemitraan riset yang saling menguntungkan. “Pertukaran wawasan antarnegara akan memperkaya perspektif analisis dan menghasilkan penelitian yang lebih relevan dalam mendukung perumusan kebijakan publik,” kata Kirill.
Babaev juga menekankan pentingnya kerja sama internasional dalam memahami dinamika kawasan Asia yang terus berkembang, termasuk dari aspek ekonomi, sosial, dan geopolitik. “Ini merupakan langkah awal yang baik untuk mengeksplorasi potensi kerja sama di masa depan,” tutur dia.