Jembatan di Lebanon Hancur Dihantam Israel – Serangan Meluas ke Beirut

Jembatan di Lebanon Hancur Dihantam Israel, Serangan Meluas ke Beirut

Pertempuran antara Israel dan Lebanon kembali memanas pada Jumat (4/4), dengan serangan militer Israel yang menghancurkan dua jembatan di wilayah timur dan menggempur kawasan pinggiran selatan Beirut. Menurut laporan media pemerintah Lebanon, jet tempur Israel telah merusak jembatan yang menghubungkan area Sohmor dan Mashghara di timur negara tersebut.

Serangan ini dilakukan setelah Israel sebelumnya memperingatkan akan menargetkan dua jembatan di atas Sungai Litani, yang bertujuan menghambat pergerakan pasukan penolong dan distribusi peralatan militer Hizbullah. Selain itu, satu jembatan lain di wilayah yang sama juga menjadi korban serangan. Di Sohmor, serangan Israel menewaskan dua orang dan melukai setidaknya 15 warga saat menghantam area dekat masjid usai salat Jumat, menurut Kementerian Kesehatan Lebanon.

Serangan Berulang Mengakibatkan Pemindahan Massal

Korban dari serangan berulang ini menyebabkan sebagian besar penduduk kawasan terpaksa mengungsi. Namun, sejumlah warga tetap beraktivitas. Di wilayah Shiyah, umat Kristen masih menggelar prosesi Jumat Agung di Gereja Saint Maroun. Seorang warga, Hala Farah, menyatakan, “Kami selalu di sini, kami harus bertahan demi masa depan anak-anak kami.”

“Kami sudah terbiasa, sayangnya. Kami menolak perang,” ujar Patricia Haddad, warga lain yang mengakui situasi saat ini sudah menjadi rutinitas.

Konflik Lebanon meletus sejak 2 Maret lalu, ketika Hizbullah, kelompok yang didukung Iran, meluncurkan roket ke Israel sebagai respons atas serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Sejak saat itu, Israel terus melakukan serangan besar-besaran serta operasi darat di Lebanon selatan. Otoritas Lebanon menyebut total korban tewas melebihi 1.300 orang dalam sebulan terakhir.

Pada hari yang sama, UNIFIL melaporkan tiga anggota pasukan penjaga perdamaian terluka akibat ledakan di salah satu pos mereka di Lebanon selatan. Juru bicara UNIFIL, Kandice Ardiel, menyampaikan, “Ledakan di dalam posisi PBB melukai tiga penjaga perdamaian, dua di antaranya luka serius.” Sumber ledakan masih dalam penyelidikan, namun militer Israel mengklaim bahwa roket Hizbullah adalah penyebabnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *