Main Agenda: Wali Kota Tangerang: PP Tunas lindungi anak dari konten negatif

Wali Kota Tangerang: PP Tunas lindungi anak dari konten negatif

Kehadiran PP Tunas Dukung Perlindungan Anak di Masa Digital

Tangerang – Wali Kota Tangerang Sachrudin menyambut antusias kehadiran PP Tunas, yang bertujuan melindungi anak-anak dari dampak negatif konten di media sosial. Dalam wawancara di Tangerang, Selasa, ia menekankan perlunya diskusi bersama untuk membatasi akses anak terhadap materi tidak layak.

“Wali Kota Tangerang Sachrudin menyatakan, kehadiran PP Tunas sangat penting karena mampu memberikan perlindungan kepada anak. Data privasi mereka sering tersebar di berbagai platform, dan banyak dari mereka belum memahami mana yang perlu atau tidak ditayangkan,” ujarnya.

Menurutnya, masa depan generasi muda harus dijaga dari pengaruh teknologi digital yang bisa berdampak negatif. Selain itu, banyak anak-anak kini bergantung pada gawai, menyebabkan kesulitan dalam berinteraksi sosial.

Oleh karena itu, Pemkot Tangerang akan mengadakan diskusi bersama instansi terkait guna menyusun regulasi yang mendukung penerapan PP Tunas. “Kami akan segera bahas bersama dinas terkait untuk memastikan kebijakan ini bisa diimplementasikan secara efektif,” tambahnya.

Konseling Digital Bantu Anak Kecanduan Gawai

Kepala DP3AP2KB Kota Tangerang, Tihar Sopian, menegaskan bahwa lembaganya telah membuka layanan konseling melalui Puspaga untuk membantu anak-anak yang mengalami masalah keluarga akibat ketergantungan pada gawai. Layanan ini bisa diakses secara langsung atau melalui telepon.

Menurutnya, layanan ini bertujuan menjadi wadah untuk mencegah efek negatif penggunaan gawai pada anak. “Kami berharap program ini mampu memperkuat pengawasan keluarga terhadap aktivitas digital anak-anak,” imbuh Tihar.

PP Tunas Dianggap Urgen untuk Perlindungan Digital

Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menjelaskan bahwa adanya PP Tunas dianggap sangat penting bagi Indonesia, karena mampu menjaga privasi sekaligus melindungi anak di lingkungan digital. Hal ini didasarkan pada pengamatan dari studi serta kasus hukum di negara lain, di mana data anak sering dieksploitasi secara tidak bertanggung jawab.

“Aturan ini kita lahirkan untuk memastikan data privasi anak tidak disalahgunakan. Saat ini, informasi mereka berpencar di berbagai platform, dan anak-anak belum sadar tentang pentingnya mengelola data secara bijak,” kata Meutya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *