Latest Program: Perang “Lama Rasa Baru”, AS Mau Lumpuhkan China-Dominasi Kekuatan Ini

Perang “Lama Rasa Baru”, AS Mau Lumpuhkan China-Dominasi Kekuatan Ini

Dari Jakarta, pemerintah Amerika Serikat (AS) mengumumkan langkah baru yang menargetkan produsen chip. Sejumlah politisi dari berbagai partai politik mengusulkan pembatasan ekspor lebih ketat terhadap peralatan pembuatan chip komputer yang dikirim ke Tiongkok. Rancangan undang-undang MATCH bertujuan menjaga keunggulan Amerika Serikat dalam bidang kecerdasan buatan (AI). Caranya dengan membatasi akses perusahaan Tiongkok pada alat manufaktur chip yang tidak mampu dibuat secara mandiri.

Dalam aturan terbaru ini, perhatian diberikan pada teknologi kritis yang menjadi fondasi kekuatan Tiongkok. Teknologi seperti litografi DUV imersi, yang digunakan untuk membuat sirkuit chip, menjadi fokus pembatasan. Jika aturan ini diberlakukan, sejumlah perusahaan akan terkena dampak signifikan. Reuters melaporkan bahwa ASML dari Belanda dan Nikon dari Jepang menjadi target utama.

Terutama bagi ASML, aturan ini akan mencegah perusahaan menjual mesin canggihnya ke Tiongkok. Selain itu, larangan juga berlaku untuk menjual lini DUV ke perusahaan asal Korea Selatan dan Taiwan yang beroperasi di Tiongkok. Tiongkok merupakan pasar terbesar ASML pada tahun 2025, menyumbang hingga 33% dari total penjualan. Kemungkinan angka ini akan turun hingga 20% pada 2026.

“Bukan wewenang kami mengomentari rancangan undang-undang yang diusulkan para pembuat aturan dari negara lain,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Belanda.

Undang-undang ini juga akan menghambat penjualan atau pelayanan peralatan ke raksasa chip Tiongkok, seperti SMIC, Hua Hong, Huawei, CXMT, dan YMTC. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan Tiongkok pada teknologi impor, sekaligus memperkuat dominasi AS dalam industri semikonduktor global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *