New Policy: Zelensky: Tak Ada Permintaan Bantuan Buka Selat Hormuz
Zelensky: Tak Ada Permintaan Bantuan Buka Selat Hormuz
Volodymyr Zelensky, presiden Ukraina, menyatakan bahwa hingga saat ini, tidak ada negara yang meminta bantuan dari Kiev untuk membuka kembali Selat Hormuz, selama kunjungan ke sejumlah negara di Timur Tengah. Ia menegaskan bahwa Ukraina siap memberikan kontribusi dalam menjaga keamanan jalur strategis tersebut, meski belum terlibat langsung.
“Tidak ada yang melibatkan kami secara khusus dalam masalah Selat Hormuz. Selama kunjungan saya, saya sampaikan kepada perwakilan negara-negara Timur Tengah dan Teluk: Ukraina siap membantu dalam segala hal yang berkaitan dengan pertahanan,” ujar Zelensky, seperti dikutip AFP, Jumat (3/4).
Situasi penutupan Selat Hormuz oleh Iran semakin memperparah dampaknya, sebagai respons atas serangan Amerika Serikat dan Israel yang memicu eskalasi konflik. Jalur tersebut menjadi poros penting bagi pasokan minyak global, dengan sekitar 15 hingga 30 persen minyak dunia melewati selat itu setiap hari. Tindakan ini menyebabkan kenaikan harga energi serta mengganggu rantai pasok di berbagai negara.
Zelensky mengungkapkan bahwa pengalaman Ukraina dalam memecahkan blokade Rusia pada awal invasi menjadi bukti kemampuan negaranya dalam situasi serupa. Namun, ia juga khawatir bahwa konflik di Timur Tengah akan mengalihkan perhatian internasional dari perang di Ukraina.
Dalam upaya memperkuat posisi diplomatik, Zelensky melakukan kunjungan ke wilayah Timur Tengah dan menandatangani kerja sama pertahanan dengan beberapa negara, termasuk Qatar dan Arab Saudi. “Saya percaya bahwa kami telah mengubah sikap Timur Tengah dan wilayah Teluk terhadap Ukraina untuk bertahun-tahun ke depan,” tambahnya.