Viral Perawat Joget di Ruang Operasi di RSUD Aceh Berujung Dinonaktifkan
Viral Perawat Berdansa di Ruang Operasi RSUD Aceh Berujung Dinonaktifkan
Sabtu (4/4/2026), aksi seorang perawat bernama Riga Septian Bahri di RSUD Datu Beru Aceh Tengah menjadi perbincangan hangat di media sosial. Ia dikenal karena tampil berdansa di ruang operasi saat proses pembedahan sedang berlangsung. Akibatnya, Riga ditempatkan sementara oleh rumah sakit setelah diperiksa lebih lanjut.
Dilansir dari detikSumut, video yang memperlihatkan Riga mengenakan pakaian lengkap di ruang operasi, lalu menari di depan kamera, langsung menyebar luas. Dalam rekaman tersebut, terlihat sejumlah petugas medis sedang melakukan operasi kepada pasien. Riga ikut berada di situasi itu, namun memilih untuk menari tanpa mengganggu proses medis.
Klarifikasi dari Direktur RSUD
Direktur rumah sakit, dr. Gusnarwin, membenarkan bahwa aksi Riga terjadi di kamar operasi. Ia menjelaskan bahwa prosedur operasi tetap berjalan normal, dan Riga tidak mengganggu pekerjaan tim medis.
“Benar, aksi itu terjadi di ruang operasi, namun tidak menghambat prosedur pembedahan,” kata Gusnarwin dalam wawancara klarifikasinya.
Menurut Gusnarwin, Riga sudah diberikan peringatan sebelumnya untuk tidak merekam aktivitas di ruang bedah. Namun, ia tetap mengambil risiko dan aksinya terus menyebar.
Perawat Dinonaktifkan dan Mengakui Kesalahan
Riga sendiri kemudian membuat video permintaan maaf setelah viral. Dalam video itu, ia menyatakan bahwa tindakannya spontan dan tidak memiliki maksud menyindir siapa pun.
“Saya memohon maaf yang tulus kepada pihak rumah sakit serta masyarakat yang tidak menyukai video saya. Saya berjanji tidak akan mengulangi kesalahan tersebut,” ucap Riga.
Kepala Humas RSUD Datu Beru, Himawan, mengungkapkan bahwa Riga merupakan staf di bagian bedah. Setelah diperiksa, ia dinyatakan dinonaktifkan dan ditarik dari layanan operasi. “Kami menyayangkan tindakan perawat tersebut terjadi saat dokter sedang menangani pasien,” tutur Himawan, seperti dilansir Antara.
Penyebab Dinonaktifkan
Dalam hasil investigasi internal, terungkap bahwa Riga sudah diingatkan beberapa kali untuk tidak membawa telepon genggam ke ruang bedah. Namun, ia tetap melanggarnya, sehingga aksinya memicu reaksi negatif.
“Aksi perawat berdansa tersebut tidak mengganggu dokter, tetapi dianggap tidak profesional dan memicu kontroversi di masyarakat,” kata Himawan.
Riga, yang merupakan pegawai PPPK, kini dikeluarkan dari rumah sakit dan diberikan pembinaan oleh BKPSDM Aceh Tengah. Langkah ini diambil sebagai respons atas viralnya video yang dianggap melanggar etika kerja.