Pengungsi Banjir Demak Melonjak Jadi 2.893 Imbas Tanggul Jebol
Pengungsi Banjir Demak Bertambah ke 2.893 Akibat Jebolnya Tanggul
Bencana banjir di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, terus menyebabkan peningkatan jumlah warga yang terpaksa meninggalkan tempat tinggal mereka. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mencatat sebanyak 2.893 orang dari sembilan desa mengungsi karena luapan air Sungai Tuntang yang dipicu oleh jebolnya tanggul. Kebocoran terjadi di enam titik pada Jumat (3/4) pagi, memperparah kondisi darurat.
Evakuasi Berlangsung di 14 Lokasi
Kepala Pelaksana BPBD Demak, Agus Sukiyono, menjelaskan bahwa para pengungsi saat ini menyebar ke berbagai lokasi, termasuk balai desa, kantor kecamatan, tempat ibadah, sekolah, dan rumah warga. “Ribuan pengungsi berpindah ke sejumlah tempat, mulai dari balai desa, kantor kecamatan, hingga rumah penduduk. Totalnya ada 14 lokasi pengungsian,” ujarnya, Sabtu (4/4) seperti dilaporkan Antara.
“Namun, tren untuk hari ini mulai menurun, baik di Desa Trimulyo maupun desa-desa lainnya,” kata Agus.
Pemerintah setempat serta tim relawan terus berupaya mengatasi dampak banjir. Upaya ini mencakup pendataan warga terdampak, distribusi bantuan logistik, serta penyediaan layanan kesehatan. Selain itu, terdapat peningkatan tempat tinggal sementara untuk memastikan kenyamanan pengungsi.
Penyebaran Kecurangan di Berbagai Kecamatan
Tanggul Sungai Tuntang yang jebol menyebabkan air merendam permukiman warga di empat kecamatan. Desa yang terdampak meliputi Trimulyo, Sidoharjo, Turitempel, Tlogorejo, Bumiharjo, Ploso, Lempuyang, Sarimulyo, dan Solorire. Ketinggian air diberitakan bervariasi, dengan beberapa area mencapai 100 hingga 140 sentimeter.
Kerusakan pada tanggul terjadi di tiga titik di Desa Trimulyo dengan panjang sekitar 30 meter dan 10 meter, serta tiga titik di Desa Sidoharjo dengan panjang sekitar 15 meter. Jebolnya struktur penahan air ini berdampak langsung pada peningkatan luapan sungai, yang mengakibatkan kepulan air di sejumlah wilayah.
Dalam upaya penanganan darurat, pemerintah Kabupaten Demak telah mengkoordinasikan dengan pihak desa dan Forkopimcam. Langkah-langkah seperti asesmen wilayah terdampak, distribusi karung pasir untuk memperkuat tanggul, serta pemantauan terus dilakukan guna memastikan penanggulangan bencana berjalan optimal. Tim gabungan juga masih mengevakuasi warga yang diduga masih berada di rumah.