Topics Covered: Indonesia ingin perkuat kerja sama dengan China di bidang kesehatan
Indonesia ingin perkuat kerja sama dengan China di bidang kesehatan
Dari Jakarta – Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Kesehatan, berkomitmen memperkuat kerja sama dalam bidang kesehatan dengan Tiongkok. Isu yang dibahas mencakup pengobatan tradisional, pengendalian tuberkulosis (TBC), hingga integrasi kecerdasan buatan (AI) dalam layanan kesehatan. Pertemuan bilateral ini diadakan antara Menteri Kesehatan Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, dan Menteri Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok, Lei Haichao, di Beijing, sebagaimana dilaporkan oleh Xinhua.
“Tiongkok dan Indonesia memiliki kesamaan dalam prioritas kesehatan, terutama transformasi kualitas layanan kesehatan serta promosi pencegahan penyakit. Dengan tujuan tersebut, kedua negara bisa saling berbagi pengalaman dan mendorong kolaborasi yang saling menguntungkan,” ujar Budi.
Dalam kunjungan ke Beijing, Menkes Budi juga melakukan pertemuan bisnis dengan perusahaan Tiongkok di bidang peralatan medis, farmasi, AI, dan robotika. Ia turut serta dalam acara Zhongguancun Forum-Welldigital Health Forum 2026 yang diselenggarakan oleh Universitas Tsinghua dan Akademi Teknologi Tiongkok.
Indonesia berharap mempelajari keberhasilan Tiongkok dalam mengurangi tingkat penyebaran TBC dari tingkat sedang ke rendah. Selain itu, negara ini tertarik mengadopsi inovasi teknologi kesehatan dari Tiongkok, seperti brain-computer interface (BCI) yang digunakan untuk pencegahan dan pemulihan stroke serta kondisi neurologis lainnya.
Kerja sama kesehatan Indonesia dan Tiongkok terus meningkat. Dalam beberapa tahun terakhir, ratusan dokter spesialis dari Indonesia telah mengikuti program pelatihan di rumah sakit Tiongkok. Kerja sama ini juga diperkuat dalam pertemuan antara Presiden Prabowo dan Perdana Menteri Tiongkok Li Qiang di Jakarta, akhir Mei tahun lalu, yang menyoroti pengobatan tradisional Tiongkok (TCM) dan upaya penanggulangan TBC.