Korban tewas akibat serangan AS di jembatan Iran capai 13 orang
Korban Tewas Akibat Serangan AS di Jembatan Iran Capai 13 Orang
Update dari Kantor Berita Mahasiswa Iran
Menurut laporan dari Kantor Berita Mahasiswa Iran, jumlah korban yang gugur akibat serangan bersama Amerika Serikat dan Israel di Jembatan B1, Karaj, Iran, telah mencapai 13 orang. Informasi ini diungkapkan oleh Amir Hossein Daneshkuhan, Direktur Jenderal Yayasan Veteran dan Martir Alborz, pada Sabtu.
“Jumlah warga yang kehilangan nyawa dalam serangan Amerika-Israel di Jembatan B1 di Provinsi Alborz telah mencapai 13 orang,” terang Daneshkuhan.
Serangan yang Menghancurkan Infrastruktur Utama
Menurut media, serangan gabungan AS dan Israel menghantam jembatan utama di Provinsi Alborz, Iran utara, pada Kamis pagi (2/4). Lokasi yang terkena serangan antara lain Azimieh, dekat Karaj, serta Jembatan B1 yang dikenal sebagai struktur tertinggi di wilayah Timur Tengah. Laporan menyebutkan bahwa sejumlah warga terluka, sementara jembatan tersebut mengalami kerusakan serius.
Ekstremis Militer AS Melakukan Serangan Double Tap
Dalam laporan, militer AS melakukan serangan “double tap” pada lokasi yang sama secara berturut-turut. Serangan kedua terjadi sekitar satu jam setelah yang pertama. Saat tindakan tersebut dilakukan, beberapa petugas tanggap darurat sudah ada di lokasi untuk menolong korban, meskipun mereka dianggap sebagai warga sipil yang dilindungi oleh hukum internasional.
Konteks Serangan Sebelumnya dan Retaliasi Iran
Insiden ini menjadi bagian dari eskalasi konflik terbaru sejak 28 Februari lalu, ketika AS dan Israel meluncurkan serangan udara terhadap Iran. Serangan itu menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei. Sebagai balasan, Iran menyerang Israel, Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menampung pasukan AS, menyebabkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta gangguan terhadap pasar global dan operasi penerbangan.