Sejumlah pemeriksaan kesehatan wanita yang sebaiknya tak dilewati

Pemeriksaan Kesehatan Wanita yang Jangan Diabaikan

Dari Jakarta, Direktur Klinis Obstetri dan Ginekologi di Rumah Sakit Marengo Asia, Gurugram, India, dr. Pallavi Vasal menekankan pentingnya beberapa skrining kesehatan yang perlu diperhatikan setiap wanita. Menurut laporan Hindustan Times, Jumat (3/4), kondisi serius sering berkembang secara perlahan, bukan tiba-tiba. Maka, rutinitas pemeriksaan teratur menjadi alat penting untuk mendeteksi masalah sejak dini.

Dokter ini menyarankan pemeriksaan payudara secara teratur, terutama setelah usia 40 tahun. Mammogram, sebagai salah satu metode utama, bertujuan mengidentifikasi perubahan pada jaringan yang bisa dicegah. “

Ini bukan sekadar tes, melainkan bentuk kepastian atau peringatan dini saat paling dibutuhkan

” ujarnya.

Skrining serviks, termasuk pap smear dan tes HPV, adalah langkah sederhana namun efektif. Kanker serviks, sekarang, dianggap salah satu penyakit yang paling bisa dicegah berkat skrining rutin. Kesehatan jantung sering diabaikan, meski gejala seperti kelelahan atau sesak napas ringan bisa menjadi tanda awal. Pemeriksaan tekanan darah, kolesterol, dan gula darah, meski sepele, bisa menjaga kesehatan jangka panjang.

dr. Pallavi Vasal juga mengingatkan pentingnya pemeriksaan hormon. Kondisi seperti diabetes atau gangguan tiroid tidak selalu menunjukkan gejala jelas. Tanda-tanda seperti penurunan energi, perubahan berat badan, atau siklus haid tidak teratur sering dianggap bagian dari rutinitas hidup, padahal harus diperhatikan. Kesehatan tulang sering dipandang sebelah mata. Setelah usia 30 tahun, tulang mulai kehilangan kalsium, sehingga perlu dipantau. “

Tes kepadatan tulang mungkin terasa tidak perlu, sampai penurunan kecil berubah menjadi sesuatu yang jauh lebih besar. Pencegahan di sini jauh lebih mudah daripada pemulihan

” tutur dokter tersebut.

Di samping itu, kesehatan reproduksi juga mendapat perhatian khusus. Stres yang berlangsung lama, kecemasan, atau kelelahan bukan hanya bagian alami dari kehidupan, melainkan sinyal bahwa pikiran membutuhkan perawatan. “

Rasa sakit, ketidakteraturan, atau kekhawatiran bukanlah hal yang harus ‘disesuaikan’, mereka alasan untuk mencari kejelasan. Dan dalam semua ini, kesehatan mental tidak bisa menjadi renungan saja

” tambahnya.

Skrining kanker usus besar, khususnya setelah usia 45 tahun, juga dianjurkan meski belum terasa mendesak. “

Pada akhirnya ini bukan hanya soal tes, tetapi tentang tidak menunggu hingga kondisi memburuk

” menurut Pallavi. Semua langkah ini bertujuan mengoptimalkan kesehatan secara holistik, sejak fisik hingga psikologis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *