Topics Covered: Bulog perkuat strategi hadapi potensi kemarau panjang dampak El Nino
Bulog perkuat strategi hadapi potensi kemarau panjang dampak El Nino
Di Surabaya, Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menjelaskan bahwa perusahaan yang ia kepungu telah memperkuat tindakan preventif terhadap ancaman kekeringan berkepanjangan akibat fenomena El Nino. Tujuannya adalah memastikan ketersediaan bahan pangan tetap stabil, meski cuaca memburuk.
“Kami telah mempersiapkan langkah-langkah terkait dengan informasi dari BMKG yang menyebutkan kemungkinan terjadinya El Nino di tengah tahun,” ujarnya saat diwawancara di Pasar Wonokromo, Sabtu.
Dalam upaya mengurangi dampak El Nino, Bulog aktif berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian. Koordinasi ini dilakukan secara intensif di bawah arahan langsung Menteri Pertanian, guna menjaga produktivitas pangan nasional. “Kami sudah rapat dengan Kementerian Pertanian, dipimpin Pak Mentan, untuk mengantisipasi dan memitigasi risiko yang muncul dari fenomena tersebut,” lanjutnya.
Beberapa langkah konkret telah diambil, seperti pembangunan infrastruktur pompa air dan penguatan peralatan pertanian. Rizal menegaskan bahwa langkah-langkah ini bertujuan memastikan hasil panen tidak terganggu. “Solusi yang diterapkan antara lain penambahan pompanisasi serta pemberian alat bantu pertanian, sehingga diharapkan produksi tetap stabil atau bahkan meningkat,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa El Nino tidak sepenuhnya merugikan, terutama karena waktu kejadian fenomena tersebut bertepatan dengan masa panen padi di sejumlah wilayah. “Bulan-bulan seperti ini menjadi puncak hasil panen padi. Karena itu, kita justru berharap cuaca kering dapat memberi dampak positif,” katanya.
Sebagai bagian dari strategi mitigasi, Bulog juga menunjukkan pencapaian positif dalam menyerap hasil pertanian. Sampai saat ini, realisasi pengadaan beras nasional telah melebihi 35 persen dari target 4 juta ton yang ditentukan Presiden. “Pengadaan saat ini mencapai di atas 35 persen dari target 4 juta ton, yang diperintahkan Bapak Presiden kepada Bulog untuk menyerap beras,” ujarnya.
Stok beras mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah
Bulog mencatatkan stok beras yang terbesar sejak Indonesia merdeka, mencapai 4,4 juta ton. Angka ini melebihi stok tahun sebelumnya yang sebesar 4,2 juta ton. “Ini adalah rekor tertinggi. Saat ini stok beras kita mencapai 4,4 juta ton, lebih tinggi dari tahun lalu,” ujarnya.
Rizal optimis stok tersebut akan terus meningkat. Menurutnya, musim panen di berbagai daerah mempercepat target pengadaan. “Prediksi kami menunjukkan akhir April atau awal Mei bisa mencapai 5 juta ton,” katanya.