Meeting Results: Jokowi Ngaku Telepon MBZ, Tanya Kapan Perang Iran Selesai
Jokowi Ngaku Telepon MBZ, Tanya Kapan Perang Iran Selesai
Presiden ketujuh Republik Indonesia, Joko Widodo, mengungkapkan telah menghubungi presiden Uni Emirat Arab (UEA), Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan, untuk meminta informasi terkait perang yang sedang berlangsung di wilayah Timur Tengah. Pernyataan ini diungkapkan dalam pidato yang disampaikan saat acara Halalbihalal dan Peringatan Tahun ke-1 Youtuber Nusantara serta konsolidasi Laskar Gibran di Hotel Sunan, Kota Solo, pada Sabtu (4/4).
Permintaan Informasi ke Pemimpin UEA
Dalam sambutannya, Jokowi menjelaskan bahwa ia melakukan panggilan telepon ke MBZ ketika perang telah berlangsung tiga hari. “Saya menghubungi MBZ saat perang baru berlangsung tiga hari, lalu bertanya, ‘Yang Mulia, kapan perangnya selesai’,” ujarnya, seperti dilaporkan Detik. Ia menyatakan, saat itu pihak UEA belum bisa memprediksi kapan konflik akan berakhir.
“Baru mulai perangnya, saya tanya kapan kira-kira perangnya selesai. Dijawab, enggak pasti dan enggak jelas,”
Jokowi juga menanyakan dampak kenaikan harga minyak mentah akibat perang tersebut. “Kemudian saya bertanya harga minyaknya akan sampai berapa, dijawab juga enggak pasti dan enggak jelas. Karena memang kalkulasinya sangar rumit dan sulit sekali,” tambahnya.
Kontak dengan Duta Besar Iran
Sebelumnya, Jokowi sempat menerima Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, di kediamannya pada Rabu (1/4). Dalam pertemuan tersebut, ia menyampaikan penghormatan atas keberanian Iran dalam menjaga kedaulatan nasional.
“Saya menyampaikan simpati mendalam kepada rakyat Iran, serta menghormati keteguhan dalam mempertahankan kedaulatan nasional,”
Jokowi juga berdiskusi tentang dinamika wilayah Timur Tengah, termasuk situasi yang berdampak pada aspek kemanusiaan dan keamanan. Ia berharap kondisi damai, stabil, dan tenang dapat segera kembali di kawasan tersebut.
Awal Perang dan Dampaknya
Perang di Iran memanas setelah serangan besar dari Amerika Serikat dan Israel terhadap negara itu pada 28 Februari. Serangan tersebut menargetkan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dan ribuan warga sipil. Iran tak langsung merespons dengan meluncurkan serangan balik ke Israel serta aset AS di wilayah Teluk.
Dalam konflik yang berlangsung, harga minyak dunia terus naik. Jokowi menyoroti ketidakpastian prediksi perang dan dampak ekonomi yang diakibatkan oleh pertarungan tersebut.