Latest Program: Kemenhut-Satgas PKH bersihkan sawit ilegal di SM Karang Gading Sumut

Kemenhut dan Satgas PKH Garuda Bersihkan Area Sawit Ilegal di SM Karang Gading Sumut

Kementerian Kehutanan (Kemenhut) bersama Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) Garuda melakukan operasi pembersihan lahan terlantar yang ditanami kelapa sawit secara ilegal di Suaka Margasatwa (SM) Karang Gading serta kawasan hutan Langkat Timur Laut, Sumatera Utara. Proses ini dilakukan sebagai upaya negara untuk memperkuat perlindungan kawasan konservasi. Direktur Penindakan Pidana Kehutanan, Rudianto Saragih Napitu, mengatakan tindakan tersebut menunjukkan komitmen nyata dalam menjaga integritas lingkungan.

“Kami tidak hanya mengambil tindakan tegas terhadap penggunaan lahan yang tidak sah, tetapi juga memastikan proses pemulihan ekosistem berjalan selaras dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui investasi. Sinergi antara hukum dan perlindungan lingkungan menjadi pilar utama untuk menjaga kawasan pesisir,” jelas Rudianto.

Dalam operasi ini, 102 hektare lahan yang dikuasi secara ilegal di SM Karang Gading dan Langkat Timur Laut berhasil dibersihkan. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rencana jangka panjang pemulihan ekosistem sebesar 389 hektare, yang dirancang pada periode 2025-2026. Rencana ini didukung oleh program Mangrove For Coastal Resilience (M4CR) serta kerja sama internasional dengan Bank Pembangunan Jerman (KfW).

Proses pembersihan dimulai dengan pembersihan simbolis pohon sawit, diikuti oleh penanaman bibit mangrove di area yang telah dilepas. Sapto Aji Prabowo, Direktur Konservasi Kawasan Kemenhut, menegaskan bahwa kawasan SM Karang Gading dan Langkat Timur Laut memiliki keanekaragaman hayati yang luar biasa, menjadi tempat tinggal utama Tuntong Laut dan sejumlah burung migran.

“Pemulihan ekosistem melalui tindakan penertiban ini adalah langkah penting untuk memulihkan fungsi kawasan sebagai penyangga kehidupan, penyerap karbon, serta pelindung wilayah pesisir. Ini mendukung keberlanjutan ekologi untuk generasi mendatang,” tambah Sapto.

Kawasan hutan tersebut juga memiliki peran strategis sebagai habitat berbagai flora dan fauna yang dilindungi. Dengan upaya penertiban dan rehabilitasi, diharapkan ekosistem mangrove dapat terjaga, sehingga mengurangi risiko abrasi pantai serta meningkatkan kesejahteraan nelayan sekitar. Operasi ini juga mengandalkan koordinasi taktis yang kuat di lapangan, dengan partisipasi aktif 14 Kelompok Tani Hutan (KTH).

Kehadiran Komandan Satgas PKH Garuda, Mayjen Dody Triwinarto, menegaskan bahwa operasi ini terus dipantau hingga ekosistem pulih sepenuhnya. “Kami menjaga kestabilan situasi di lapangan dan memastikan pengamanan berbasis masyarakat berjalan optimal,” ujar Dody. Selain itu, kegiatan didampingi oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Deli Serdang, Kejaksaan Negeri, dan Polres setempat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *