Important News: KPK mulai panggil pengusaha rokok pada kasus Bea Cukai

KPK Mulai Panggil Pengusaha Rokok dalam Kasus Bea Cukai

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengawali penyelidikan kasus dugaan korupsi di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan dengan mengundang pengusaha rokok sebagai saksi. Menurut Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, para saksi yang diperiksa hari ini termasuk tokoh dari industri rokok. “Di antara para saksi yang dipanggil hari ini adalah dari pengusaha rokok,” terang Budi kepada para jurnalis di Jakarta, Selasa.

Pemanggilan Lima Saksi Swasta

Budi menyebutkan bahwa KPK memanggil lima orang pihak swasta sebagai saksi dalam penyelidikan kasus Bea Cukai. Mereka berinisial LEH, ROK, BT, SP, dan EWW. Informasi yang terkumpul menunjukkan bahwa LEH, ROK, dan BT merupakan pengusaha rokok. Dalam penyelidikan ini, KPK fokus pada peran cukai dalam kasus yang sedang diteliti.

Operasi Tangkap Tangan di Bea Cukai

Sebelumnya, pada 4 Februari 2026, KPK melakukan operasi penyergapan (OTT) di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan. Pada hari yang sama, institusi antikorupsi mengungkapkan salah satu tersangka adalah Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Sumatera Bagian Barat, Rizal.

Delapan Tersangka Ditetapkan

Pada 5 Februari 2026, KPK mengumumkan enam dari 17 orang yang ditangkap sebagai tersangka kasus suap dan gratifikasi terkait impor barang KW atau tiruan. Mereka meliputi Rizal (RZL), selaku Direktur Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai periode 2024-2026, serta Sisprian Subiaksono (SIS) dan Orlando Hamonangan (ORL) sebagai pejabat intelijen. Selain itu, tersangka juga melibatkan John Field (JF), Andri (AND), dan Dedy Kurniawan (DK) dari Blueray Cargo.

Pengembangan Kasus Terus Berlangsung

Seiring berjalannya penyidikan, KPK menambahkan Budiman Bayu Prasojo (BBP) sebagai tersangka pada 26 Februari 2026. Penyelidikan juga melibatkan pemantauan dugaan korupsi dalam proses pengurusan cukai. Fokusnya diperkuat setelah penyitaan uang Rp5,19 miliar dari lima koper di rumah aman di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, yang diduga berasal dari sektor kepabeanan dan cukai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *