Topics Covered: Iran Melunak, Kapal Negara Ini Sudah Bisa Lewat Selat Hormuz
Iran Melunak, Kapal Negara Ini Sudah Bisa Lewat Selat Hormuz
Jakarta, Beberapa kapal dari berbagai negara diumumkan telah melewati Selat Hormuz, menurut laporan Reuters pada Sabtu (4/4/2026). Di antaranya adalah tiga kapal tanker milik Oman, sebuah kapal kontainer dari Prancis, serta satu kapal gas berbendera Jepang. Keberhasilan ini mencerminkan kebijakan Iran yang mulai mengizinkan akses kapal-kapal dianggap dekat dengan pihaknya.
Iran sebelumnya menutup Selat Hormuz, jalur utama untuk sekitar 20% ekspor minyak dan LNG global, setelah serangan udara Amerika Serikat dan Israel terhadap fasilitas militer Iran pada akhir Februari. Langkah itu memicu ketegangan yang tinggi. Namun, pihak Iran menyatakan akan memberi izin transit bagi kapal yang tidak terkait dengan negara-negara tersebut.
Kapal kontainer Prancis yang berlayar melalui Selat pada Kamis (2/3/2026) menjadi salah satu tanda kecil pembukaan jalur. Kapal itu mengubah sistem identifikasi otomatisnya menjadi “Pemilik Perancis” sebelum memasuki wilayah Iran, menunjukkan kewarganegaraannya kepada otoritas setempat.
“Selat Hormuz dan perairan sekitarnya merupakan jalur penting bagi perdagangan global dan pasokan energi. China menyerukan gencatan senjata segera, penghentian pertempuran, dan pemulihan perdamaian dan stabilitas di kawasan Teluk Persia,” kata Mao Ning, juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, mengutip laporan Reuters pada Sabtu (4/4/2026).
Dua kapal kontainer Tiongkok tercatat melewati Selat Hormuz pada hari Senin (30/3/2026) dalam upaya kedua mereka. Mereka bergerak dalam formasi rapat, data dari MarineTraffic menunjukkan. Dalam keterangan terpisah, Rebecca Gerdes, analis dari Kpler, menyatakan bahwa kapal-kapal tersebut menjadi yang pertama meninggalkan Teluk Persia sejak awal konflik.
Kapal berbendera Panama, Danisa, juga tercatat meninggalkan wilayah itu, menuju Tiongkok. Sementara itu, kapal tanker minyak mentah besar milik Oman Shipping Management serta dua kapal lainnya meninggalkan Teluk pada Kamis (2/4/2026), menurut data pelacakan kapal.
Oman, yang berperan sebagai mediator antara Iran dan AS sebelum serangan, mengkritik peluncuran operasi udara tersebut. Kapal-kapal dari negara ini tampaknya mematikan transponder AIS selama perjalanan, sehingga sinyalnya tidak terdeteksi di platform pelacakan.
Di sisi lain, Mitsui OSK Lines Jepang mengungkapkan bahwa kapal tanker LNG Sohar LNG, yang sebagian sahamnya dimiliki perusahaan tersebut, berhasil melewati Selat Hormuz pada Jumat. Ini menjadi kapal pertama dari Jepang yang terkait dengan operasi LNG sejak konflik dimulai. Namun, pihak Jepang belum mengungkapkan apakah negosiasi diperlukan untuk peristiwa tersebut.
Hingga Jumat pagi, sekitar 45 kapal yang dioperasikan perusahaan Jepang masih terjebak di wilayah Teluk Persia, menurut laporan Kementerian Perhubungan Jepang. Kebukaan Selat Hormuz mengalami perubahan drastis setelah sebelumnya sejumlah kapal kesulitan melewati blokade.