Meeting Results: Polisi Selidiki Kasus 4 Pekerja Proyek Tewas Hirup Gas di Jaksel
Polisi Selidiki Kasus 4 Pekerja Proyek Tewas Hirup Gas di Jaksel
Kasus kematian empat pekerja yang terjadi di sebuah proyek konstruksi di Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan, telah menjadi fokus investigasi kepolisian. Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (3/4) lalu, saat para pekerja mengalami kecelakaan terkait penghirupan gas dari tangki air.
Dari total tujuh pekerja yang terlibat, empat di antaranya meninggal dunia, sementara tiga lainnya mengalami kesulitan bernapas. Mereka yang tewas terdiri dari YN (32) dari Subang, MW (62) dari Cianjur, TS (63), dan MF (19) asal Bandung Barat. Tiga korban yang sesak napas adalah UJ (41), SN (63), serta AJ (47), yang saat ini sedang menjalani perawatan di rumah sakit.
Dalam proses penyelidikan, tim investigasi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) secara rinci dan mengumpulkan bukti dari saksi. Sementara itu, lokasi proyek dikunci rapat untuk mencegah akses orang luar, dengan pagar yang terpasang ketat.
“Tim penyidik melakukan olah TKP secara mendalam serta memeriksa saksi mata untuk mengumpulkan bukti-bukti primer di lokasi kejadian,” kata Kombes Pol Budi Hermanto dalam keterangan yang diambil dari Antara.
Kasi Humas Polres Jakarta Selatan, AKP Chepy Rusmanto, menambahkan bahwa proses penyelidikan masih berlangsung. “Langkah-langkah yang telah dilakukan adalah mengamankan TKP, memasang garis polisi, dan olah TKP di tempat kejadian,” ujarnya kepada wartawan di Polres Metro Jakarta Selatan, Sabtu (4/4).
Menurut Kapolsek Jagakarsa, Kompol Nurma Dewi, kecelakaan terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu, pekerja diminta mandor untuk menguras penampungan air di lantai dasar gedung. Dalam proses pembongkaran penutup penampungan, korban terjatuh ke dalam lubang dengan kedalaman tiga meter. Meski sempat ditolong rekan kerjanya, mereka tidak menggunakan alat pelindung diri, sehingga akhirnya rekan korban juga ikut jatuh.
“Mandor meminta bantuan saksi untuk mengevakuasi korban dari dalam gelonteng. Saat evakuasi, saksi merasakan hawa panas dan kesulitan bernapas di sekitar penampungan,” papar Nurma beberapa hari sebelumnya.
Proyek bangunan tersebut sekarang dalam kondisi sepi, tidak ada pekerja atau mandor yang berada di lokasi. Gedung yang sedang dibangun sejak awal 2026 ini direncanakan sebagai kampus, dengan lokasi strategis di dekat restoran, masjid, minimarket, dan halte Transjakarta. Salah satu warga sekitar, Ikhsan, mengungkapkan bahwa bangunan ini baru saja mulai dibangun.