New Policy: Mendagri Kerahkan Praja IPDN Percepat Pembersihan Lumpur Aceh Tamiang
Mendagri Kerahkan Praja IPDN Percepat Pembersihan Lumpur Aceh Tamiang
Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) kembali mengirimkan ratusan praja dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) untuk mempercepat upaya pemulihan daerah terdampak bencana di Aceh Tamiang. Penugasan ini merupakan gelombang ketiga yang melibatkan 731 praja pratama serta didampingi oleh 37 Aparatur Sipil Negara (ASN) dari Kemendagri. Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, memimpin apel pembukaan di Halaman Istana Benua Raja pada hari Sabtu (4 April 2026). Sebagai Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra, ia menegaskan bahwa personel yang diturunkan akan fokus pada penanganan sisa bencana yang masih menghambat kegiatan warga.
Target Pembersihan Berfokus pada Wilayah Terparah
Dalam keterangan tertulis, Tito menjelaskan bahwa setiap gelombang penugasan memiliki target yang berbeda sesuai kondisi di lapangan. Sementara gelombang pertama menangani area perkantoran dan gelombang kedua lingkungan publik, gelombang ketiga kali ini terutama mengarahkan pada titik-titik dengan kerusakan paling berat. Fokus utama adalah mengangkat endapan lumpur yang masih menumpuk di permukiman penduduk dan Istana Benua Raja, situs bersejarah yang menjadi bagian dari perhatian.
“Target utamanya adalah menyelesaikan persoalan di daerah yang masih terkena lumpur, baik yang sudah mengeras maupun belum,” ujarnya.
Ketinggian lumpur akibat banjir di Aceh Tamiang sempat mencapai beberapa meter di titik-titik kritis, sehingga proses penormalisasi lingkungan memakan waktu lebih lama. Kondisi ini membutuhkan upaya fisik yang intensif dari personel lapangan. Tito menyebutkan bahwa durasi tugas gelombang ketiga direncanakan satu bulan, namun bisa disesuaikan berdasarkan kecepatan penyelesaian di lokasi.
Kepada praja yang bertugas, Tito menekankan pentingnya menjaga etika dan integritas selama berinteraksi dengan masyarakat. Ia berharap para praja dapat mempertahankan kualitas kerja yang telah ditunjukkan oleh gelombang sebelumnya. “Jaga kesehatan dan hindari pelanggaran selama beraktivitas,” tegasnya.
Kemendagri juga menyiapkan kombinasi alat manual dan berat untuk mempercepat penanganan sedimen. Bantuan teknis dari Pemerintah Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang turut mendukung operasi tersebut. Unit alat berat serta dump truck diharapkan mampu mengangkat lumpur yang terakumulasi di rumah warga, mempercepat proses pembersihan.
Sebagai informasi, apel pembukaan dihadiri oleh Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi, dan jajaran Forkopimda setempat. Pejabat pusat seperti Rektor IPDN Halilul Khairi serta Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan (Adwil) Safrizal ZA turut menyertai peninjauan di lokasi tersebut.