Special Plan: Selat Hormuz Lumpuh, Turki Tawarkan Pipa Darat Jadi Jalur Penyelamat

Selat Hormuz Lumpuh, Turki Tawarkan Pipa Darat Jadi Jalur Penyelamat

Dalam kondisi penutupan Selat Hormuz akibat konflik antara Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, Turki mengusulkan jalur pipa darat sebagai solusi alternatif untuk distribusi minyak dan gas dari Timur Tengah ke Eropa. Menteri Energi dan Sumber Daya Alam Turki, Alparslan Bayraktar, menyebutkan proyek pipa minyak Irak-Turki yang menghubungkan Kirkuk ke Ceyhan sebagai salah satu opsi. Ia menegaskan kapasitas jalur tersebut mencapai 1,5 juta barel per hari.

“Jalur ini memiliki kapasitas 1,5 juta barel. Kami dapat mengangkut 1,5 juta barel per hari melalui rute ini,” ujar Bayraktar, seperti dilansir dari Anadolu, Sabtu (4/4).

Selat Hormuz, yang merupakan jalur utama untuk 20 persen perdagangan minyak global, kini diblokir. Harga minyak mentah dunia melonjak dari US$70 menjadi US$120 per barel, atau naik hampir 70 persen. Peningkatan harga juga terjadi pada gas alam, dengan kontrak TTF Eropa mencapai 60 hingga 70 euro per unit.

Bayraktar menyampaikan Turki juga membuka peluang untuk proyek pengiriman gas dari Qatar ke Eropa melalui jalur pipa. “Jika fasilitas LNG terkena serangan, ekspor LNG akan terhenti. Anda tidak bisa bergerak melalui Hormuz,” tambahnya.

Dalam jangka pendek, keterbatasan infrastruktur membuat Turki hanya mampu menutupi gangguan pasokan. Namun, peran strategisnya sebagai koridor alternatif tetap diharapkan. Proyek pipa Kirkuk-Ceyhan telah kembali beroperasi sejak 17 Maret, dengan target peningkatan pengiriman dari 170.000 barel per hari menjadi 250.000 barel per hari.

Pengaruh Pipa TurkStream

Turki juga memainkan peran kunci dalam distribusi gas Rusia ke Eropa. Proyek TurkStream, yang mengalirkan gas dari Rusia ke Turki melalui Laut Hitam, mencatatkan kenaikan 22 persen dibandingkan Maret 2025, menjadi 55 juta meter kubik per hari. Pipa ini dirancang dengan kapasitas 31,5 miliar meter kubik gas per tahun, dan dibangun dengan diameter 81 sentimeter di kedalaman lebih dari 2 kilometer.

Kompetensi Turki dalam Distribusi Energi

Kepala Departemen Energi, Transportasi, dan Lingkungan Institut Penelitian Ekonomi Jerman, Claudia Kemfert, menilai Turki bisa menjadi alternatif penting dalam menghubungkan wilayah Kaspia, Timur Tengah, dan Eropa. Ia memprediksi peran Turki sebagai koridor energi akan tetap kritis dalam jangka menengah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *