Solution For: Kasatgas PRR Minta Praja IPDN Kerja Keras Bersihkan Aceh Tamiang

Kasatgas PRR Minta Praja IPDN Kerja Keras Bersihkan Aceh Tamiang

Kasatgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatra, Tito Karnavian, memberikan arahan kepada para praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) agar berupaya maksimal dalam membersihkan sisa endapan lumpur di Aceh Tamiang. Instruksi ini disampaikan saat memimpin apel pembukaan Praktik Kerja Lapangan (PKL) gelombang ketiga Praja Pratama IPDN di Istana Benua Raja, Sabtu (4/4). Sebanyak 731 praja yang diterjunkan dalam tahap ini akan fokus pada pembersihan endapan lumpur di pemukiman warga, saluran drainase, serta jalur desa.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk mempercepat pemulihan lingkungan setelah bencana. Tito menekankan pentingnya respons cepat para praja dalam menangani material banjir yang masih menghambat kegiatan masyarakat. Fokus kerja gelombang ketiga ini melengkapi hasil pekerjaan dari gelombang pertama dan kedua sebelumnya.

“Target utamanya adalah menyelesaikan persoalan yang masih terkena lumpur, termasuk situs sejarah (Istana Benua Raja) ini, serta rumah warga dan drainase karena di Aceh Tamiang, endapan lumpur banjir bisa mencapai 4 hingga 5 meter,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Pada fase awal pemulihan, praja gelombang pertama menghadapi tantangan berat dengan fokus pada pembersihan area perkantoran pemerintahan yang sempat lumpuh total. Gelombang kedua kemudian mengalihkan prioritas ke lingkungan masyarakat dan fasilitas umum. Untuk gelombang ketiga, para praja ditargetkan menyelesaikan pembersihan di 42 titik lokasi yang tersebar di Aceh Tamiang dalam waktu satu bulan.

Cakupan tugas mencakup 10 rumah warga, 22 saluran drainase, 7 ruas jalan, serta 3 fasilitas sosial dan umum. Pemerintah juga menyiapkan skema kerja dinamis agar pemulihan berjalan lebih efektif dan mencakup area terdampak yang lebih luas. Jika target awal tercapai sebelum masa penugasan berakhir, personel akan segera dipindahkan ke pemukiman lain yang masih membutuhkan bantuan.

Tito menambahkan, para praja juga diminta menjaga reputasi institusi selama berinteraksi dengan masyarakat setempat. Masa penugasan ini diharapkan menjadi wadah pembelajaran praktis untuk menerapkan ilmu pemerintahan dalam kondisi pascabencana. Kunjungan Kasatgas PRR ke Aceh Tamiang merupakan bagian dari agenda penerjunan praja IPDN gelombang ketiga, sekaligus meninjau progres rehabilitasi dan rekonstruksi di daerah tersebut.

Sejumlah pejabat turut hadir dalam acara tersebut, seperti Dirjen Bina Adwil Kemendagri Safrizal ZA, Rektor IPDN Halilul Khairi, dan Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah. Kehadiran Forkopimda Aceh Tamiang dalam apel tersebut memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam percepatan pemulihan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *