Latest Program: Dirut Perum Bulog cek gudang di Ngawi pastikan stok beras aman

Dirut Perum Bulog Lihat Stok Beras di Ngawi, Pastikan Ketersediaan Pangan Aman

Kabupaten Ngawi menjadi salah satu lokasi yang dikunjungi oleh Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, untuk memastikan kecukupan stok beras nasional. Dalam inspeksinya di Gudang Bulog Kecamatan Geneng, Sabtu, ia menyatakan bahwa pasokan beras di tanah air berada dalam kondisi aman dan stabil.

Kondisi Gudang Bulog dan Stok Terbesar Sejarah

Rizal menunjukkan bahwa gudang di Ngawi penuh dengan beras, yang menandakan kenaikan produksi pangan nasional. “Kita bisa melihat, gudang Bulog di sini terisi penuh beras. Ini mencerminkan peningkatan signifikan dalam produksi pangan Indonesia,” ujarnya dalam

.

Proyeksi Stok hingga Akhir Tahun 2026

Menurut Rizal, stok beras yang dikuasai Bulog pada 3 April 2026 mencapai 4,4 juta ton, angka tertinggi sejak tahun 2025. “Stok ini menunjukkan kesiapan pangan nasional, terutama dalam menghadapi kondisi iklim yang mungkin terjadi di tengah tahun,” tambahnya.

Dengan masa penyerapan gabah dan beras yang masih tersisa delapan bulan, ia yakin pasokan akan terus bertambah. “Proyeksi menunjukkan, akhir tahun nanti stok bisa mencapai 6 juta ton,” imbuhnya.

Faktor Penyumbang Kenaikan Produksi

Rizal menuturkan, peningkatan stok dipengaruhi oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah penurunan harga pupuk yang memacu semangat petani untuk menanam lebih banyak pangan. Selain itu, kebijakan pemerintah yang menetapkan harga beli gabah kering panen di atas pasar, Rp6.500 per kilogram, juga berkontribusi.

Support dari Kementerian Pertanian melalui pemberian alsintan juga menjadi pendorong utama. “Ini menjadi momen kebanggaan, karena Indonesia kini mandiri beras dan jagung,” ujarnya.

Pastikan Kualitas Beras dalam Penyimpanan

Selain mengawasi jumlah stok, Rizal juga memastikan kualitas beras dalam gudang tetap terjaga. “Apakah beras itu sudah disimpan setahun atau baru dua bulan, kualitasnya tetap baik karena manajemen penyimpanan yang tepat,” katanya.

Dalam kunjungan ke Ngawi, Dirut Bulog juga melakukan panen raya musim tanam pertama 2026 di Desa Baderan. Wilayah ini dipilih sebagai sentral pemantauan pangan karena statusnya sebagai lumbung padi nasional dengan produksi gabah kering giling (GKG) sekitar 770 ribu ton per tahun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *