Key Strategy: Kemdiktisaintek: Penyaluran KIP Kuliah kini gunakan DTSEN

Kemdiktisaintek: Penyaluran KIP Kuliah kini gunakan DTSEN

Jakarta – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mengumumkan bahwa penyaluran Program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) tahun ini akan berbasis Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Hal ini dilakukan untuk memastikan distribusi bantuan pendidikan lebih efektif dan tepat sasaran, kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi (PPAPT) Kemdiktisaintek, Sandro Mihradi, dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa.

“Tahun ini kita sudah akan menggunakan DTSEN, dimana DTSEN ini mengombinasikan dari tiga sumber data. Jadi harapannya memang tadi seperti disampaikan di awal bahwa supaya penyaluran kita akan lebih tepat sasaran,” ujarnya.

Sebelumnya, keputusan penerima KIP-K bergantung pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE). “Kita akan prioritaskan masyarakat Desil 1 dan Desil 4, yaitu dari rentang sangat miskin hingga rentan miskin,” tambah Sandro.

Proses penerimaan peserta KIP-K mengikuti jalur yang sama dengan Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB), yaitu melalui SNBP, SNBT, serta Seleksi Mandiri di perguruan tinggi negeri dan swasta. Pendaftar wajib terlebih dahulu lolos seleksi masuk perguruan tinggi dalam lingkup Kemdiktisaintek serta terdaftar dalam DTSEN pada Desil 1 hingga Desil 4.

Status peserta akan dianggap sah sebagai penerima KIP-K setelah menyelesaikan registrasi ulang di perguruan tinggi terkait serta melewati tahap verifikasi dan validasi dokumen pendaftaran. “Jadi ini adalah memang jaring-jaring istilahnya yang kita berikan untuk memastikan memang tepat sasaran dari penyaluran KIP-K ini,” kata Sandro.

Statistik SNPMB 2026

Dari data Panitia SNPMB, peserta yang dinyatakan lulus melalui jalur SNBP Tahun 2026 mencapai 155.543 orang, dengan persentase penerimaan sebesar 20,09 persen. Dari jumlah tersebut, 53.897 peserta (19,67 persen) merupakan calon penerima KIP-K.

Di sisi lain, pada perguruan tinggi vokasi, peserta yang dinyatakan lulus melalui SNBP Tahun 2026 adalah 23.438 orang, dengan persentase penerimaan mencapai 30,34 persen. Dari peserta yang lulus, 10.574 orang (31,97 persen) termasuk dalam kelompok pendaftar KIP-K.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *