Iran Buka Diplomasi Bilateral dengan Negara Tetangga – Ini Syaratnya
Iran Siap Lakukan Diplomasi Bilateral, Syarat Utama Dikemukakan
Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menyatakan bahwa pihaknya bersedia menjalin hubungan diplomatik langsung dengan negara-negara tetangga, tetapi dengan beberapa syarat penting. Pernyataan ini disampaikan saat wawancara dengan Al Jazeera Arabic, dan diterbitkan oleh Al Jazeera, pada hari Sabtu (4/4). Dalam diskusinya, Ghalibaf menekankan tiga poin utama sebagai dasar kebijakan luar negeri Iran.
Keamanan Wilayah Jadi Prioritas
Salah satu syarat yang diungkapkan adalah menjaga kestabilan wilayah untuk kepentingan bersama negara-negara di kawasan tersebut. Menurut Ghalibaf, keamanan berkelanjutan adalah aspek utama yang harus dipertahankan. “Negara-negara dalam kawasan bisa melindungi kepentingan mereka dengan menandatangani perjanjian keamanan bilateral maupun multilateral, tanpa gangguan dari pihak luar,” jelasnya dalam wawancara tersebut.
“Kerusakan keamanan dan dampak negatif yang diakibatkan oleh perang Israel harus diatasi, serta keterlibatan AS dan Israel dalam konflik ini harus ditiadakan,” tambah Ghalibaf.
Di samping itu, ia juga menyebutkan bahwa Iran telah mempersiapkan diri untuk bersikap tegas jika ada eskalasi ketegangan. “Negara ini mampu mempertahankan keberadaannya dengan respons yang kuat terhadap kepentingan AS di wilayah tersebut,” tegas Ghalibaf. Pernyataan ini menunjukkan sikap Iran yang lebih defensif dalam menghadapi ancaman dari luar.
Iran mengakui bahwa menargetkan pangkalan AS dan kepentingan Amerika di kawasan adalah langkah yang tidak terhindarkan. “Pertahanan eksistensi negara membutuhkan tindakan tegas terhadap kehadiran AS yang dianggap mengganggu stabilitas kawasan,” kata Ghalibaf. Hal ini mencerminkan keinginan Iran untuk menciptakan keseimbangan kekuasaan di wilayahnya sendiri.