Visit Agenda: 3.227 personel gabungan disiagakan amankan Paskah di NTT

3.227 Personel Gabungan Disiapkan Amankan Paskah di NTT

Kupang, Polda Nusa Tenggara Timur menyatakan telah menyiapkan 3.227 personel gabungan untuk memastikan keamanan selama perayaan Paskah di berbagai daerah di NTT. Wakapolda NTT, Brigjen Pol Baskoro Tri Prabowo, mengungkapkan bahwa jumlah tersebut terdiri dari 1.319 anggota Polri dan 1.908 personel TNI serta instansi terkait. Dalam wawancara usai memimpin gelar pasukan Operasi Semana Santa Turangga 2026, ia menegaskan bahwa ribuan petugas akan terfokus pada pengamanan 1.113 gereja di seluruh provinsi, termasuk 432 gereja yang dinilai berisiko tinggi dan memiliki jumlah jemaat yang lebih besar.

Operasi Berlangsung Selama 15 Hari

Operasi Semana Santa Turangga 2026 akan berlangsung selama 15 hari, mulai 1 April hingga 15 April 2026. Wakapolda menjelaskan bahwa Polda NTT dan polres jajaran telah menempatkan 85 pos pengamanan di berbagai wilayah. Dari total pos tersebut, 38 merupakan titik pengamanan, 26 pos pelayanan, serta 21 pos terpadu untuk memperkuat koordinasi dan kehadiran personel.

“Lakukan mapping kerawanan di setiap wilayah, sehingga setiap potensi gangguan dapat diantisipasi sejak dini. Kehadiran personel harus memberikan rasa aman bagi masyarakat yang menjalankan ibadah,” tegas Wakapolda NTT.

Menurutnya, prioritas utama operasi adalah menjaga keamanan misa di gereja serta kegiatan perarakan keagamaan yang melibatkan banyak masyarakat. Selain itu, personel diminta meningkatkan patroli di area rawan dan waktu-waktu tertentu yang rentan terjadi gangguan keamanan. Wakapolda juga menekankan pentingnya kerja sama dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, serta pengamanan swakarsa untuk menjaga situasi tetap stabil selama periode Paskah.

Dalam amanat Kapolda yang dibacakan Wakapolda, seluruh petugas diberi instruksi untuk siap mengantisipasi berbagai ancaman, seperti konflik sosial, tindak kejahatan konvensional, hingga risiko bencana alam. Karena itu, mereka diminta selalu responsif terhadap perubahan kondisi di lapangan. Pengamanan juga diperkuat pada perarakan laut, tradisi yang sering dilakukan di beberapa wilayah NTT.

“Hindari terjadinya kecelakaan laut saat perarakan. Pastikan seluruh kapal memenuhi SOP kelayakan dan tidak melebihi kapasitas muatan,” tambah Wakapolda.

Ia menambahkan bahwa personel diharapkan menjalankan tugas secara profesional, humanis, serta bertanggung jawab. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga ketenteraman selama rangkaian perayaan Paskah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *