Important Visit: Kekaraengan Marusu lestarikan tradisi “Katto Bokko”
Katto Bokko: Tradisi yang Diwariskan Kekaraengan Marusu
Kekaraengan Marusu, sebuah kerajaan di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, masih menjaga hidup tradisi “Katto Bokko,” sebuah festival panen yang telah menjadi bagian dari warisan budaya masyarakat setempat. Upaya dalam mempertahankan tradisi ini melibatkan komitmen untuk menjaga semangat gotong royong antara pihak kerajaan dan warga sekitar.
Abd Waris Karaeng Sioja, pemangku adat Kekaraengan Marusu, menjelaskan bahwa nilai kebersamaan menjadi fondasi utama dalam menyelenggarakan pesta adat tersebut. Meskipun sistem pemerintahan kerajaan tidak lagi sama seperti dulu, komunitas lokal tetap mempertahankan semangat kolektif dalam persiapan dan pelaksanaan acara. “Nilai kebersamaan ini menjadi kunci agar tradisi ‘Katto Bokko’ tidak hilang dalam arus perubahan zaman,” tambahnya.
Dalam konteks pertanian, masyarakat Kekaraengan Marusu masih mengandalkan varietas padi turun-temurun yang diwariskan leluhur. Dua jenis padi, yaitu “ase lapang” dan “ase Banda,” dikenal tahan terhadap hama serta menghasilkan panen berkualitas tinggi. Dengan demikian, kedua varietas ini tetap dijaga sebagai simbol identitas budaya daerah.
“Kuatan tradisi Katto Bokko berasal dari keberlanjutan komunikasi budaya yang selalu dijaga,” kata Dr Hadawiah Harita, akademisi dari Universitas Muslim Indonesia (UMi) Makassar. Menurutnya, nilai-nilai budaya yang dipertahankan oleh generasi ke generasi menunjukkan efektivitas proses penyampaian makna yang relevan dengan perkembangan zaman.
Menurut Dr Hadawiah, tradisi budaya yang masih hidup menggarisbawahi bahwa nilai-nilai dalam acara tersebut terus dipahami dan dihayati oleh warga lintas generasi. Dengan berbagai langkah yang diambil, Kekaraengan Marusu optimis tradisi ini akan terus bertahan dan dilestarikan untuk masa depan.