Tuan Rumah Pangkalan Militer AS Dapat Ultimatum dari Iran
Tuan Rumah Pangkalan Militer AS Dapat Ultimatum dari Iran
Iran memberikan peringatan tegas kepada Amerika Serikat (AS) dan negara-negara Teluk yang menjadi tuan rumah pangkalan militer AS. Pihak Iran meminta negara-negara tersebut mengusir pasukan AS dari wilayahnya. Ultimatum ini dikeluarkan oleh Markas Besar Pusat Angkatan Bersenjata Iran, yang menegaskan bahwa jika tidak ada tindakan, pasukan AS akan menghadapi serangan yang mengerikan.
Ancaman Terhadap Aset dan Infrastruktur
Juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, Ebrahim Zolfaghari, mengancam akan melakukan serangan besar-besaran terhadap aset Amerika, Israel, serta infrastruktur negara-negara yang masih menampung pangkalan militer AS. “Sebagai balasan atas retorika provokatif Presiden AS dan ancaman berulang tentang penghancuran jembatan, pembangkit listrik, serta infrastruktur energi Iran, kami kembali memperingatkan,” tegas Zolfaghari dalam pernyataannya, dilansir Press TV, Sabtu (4/4/2026).
“Negara-negara yang menjadi tuan rumah pangkalan militer AS di wilayah ini harus memaksa Amerika menarik diri, jika tidak ingin terkena kerugian besar,” ujarnya.
Iran juga mengancam akan menargetkan sektor-sektor vital seperti pusat bahan bakar, energi, dan ekonomi di kawasan serta wilayah pendudukan. Serangan ini, menurut pernyataan tersebut, akan lebih hebat dan menghancurkan dibandingkan sebelumnya. Koalisi perang AS-Israel telah menyerang Republik Islam sejak 28 Februari, dengan fokus pada kepemimpinan sipil dan militer tertinggi, termasuk Ayatollah Seyyed Ali Khamenei.
Sebagai respons, angkatan bersenjata Iran telah meluncurkan serangan rudal dan drone terhadap fasilitas militer Israel di wilayah pendudukan, serta pangkalan dan aset militer AS yang tersebar di Asia Barat. Ultimatum ini menggarisbawahi keseriusan Iran dalam menuntut keberadaan pasukan AS di kawasan tersebut.