Meeting Results: Bagaimana Media Massa Israel Memberitakan Perang Iran-AS?

Bagaimana Media Massa Israel Memberitakan Perang Iran-AS?

Visual dan Narasi yang Berulang

Media Israel terus menyebarkan pesan bahwa Iran harus dihentikan, dengan menyiratkan bahwa kehancuran perlahan akan mengancam negara jika tidak segera diatasi. Pesan ini telah mengakar dalam kesadaran publik, melalui berbagai bentuk penyampaian.

Konten Khusus di Channel 14

Dalam program “Patriots” di Channel 14, 24 Maret lalu, tayangan menampilkan rangkaian video ledakan dan serangan udara. Klaim kemenangan Netanyahu dan Trump disertai latar musik dramatis, menciptakan kesan dramatisasi yang khas.

“Kami akan menang” dan “Dengan pertolongan Tuhan” adalah slogan yang menemani bendera Israel, memberikan nuansa patriotik yang konsisten.

Perbandingan dengan Liputan Gaza

Versi lain dari tayangan serupa, tetapi dengan pola yang sama, terus ditampilkan setiap malam. Channel 14 sering disebut sebagai “Fox News versi Israel,” mencerminkan suasana media arus utama yang tajam dan patriotik. Liputan perang Iran sekarang mirip dengan konflik Gaza, meski terdapat perbedaan dalam penggunaan jargon.

Perspektif Nasionalis

Sejak serangan AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026, seluruh stasiun televisi Israel rutin menampilkan slogan perang, bendera, dan narasi yang menekankan koordinasi antara kedua negara. Slogan seperti “Bersama sampai akhir” dari Channel 12 lebih santai dibandingkan “Bersama kita akan menang” yang digunakan selama konflik Gaza.

Retorika Netanyahu dan Ancaman Iran

Media Israel secara konsisten mengulang retorika Netanyahu bahwa Iran adalah ancaman eksistensial. Negara ini sering digambarkan sebagai “kepala ular” atau “kepala gurita” yang mengendalikan gerakan proksi di wilayah tersebut.

“Di balik perlombaan nuklir Iran: Sebuah panduan lengkap” adalah judul artikel yang diterbitkan Ynet setelah operasi militer 12 hari.

Sejak beberapa dekade, Netanyahu memperingatkan forum internasional tentang program nuklir Iran, membangun narasi bahwa negara itu hampir siap memproduksi senjata nuklir. Pesan ini terus dipegang, dengan istilah seperti “perlombaan menuju perang nuklir” yang rutin muncul dalam tajuk berita.

Simbol dan Perbedaan Politik

Kelompok pengamat di Channel 14 kini mengenakan pin bertuliskan “Singa Yehuda,” simbol operasi militer saat ini. Sementara itu, media utama menggunakan atribut yang berbeda, seperti pin kuning untuk menuntut pembebasan sandera. Namun, konflik Iran tidak memicu perpecahan politik sebesar yang terjadi selama konflik Gaza.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *