Topics Covered: Pemkab Bekasi Komitmen Jaga Kearifan Lokal Lewat Lebaran Bekasi

Pemkab Bekasi Komitmen Jaga Kearifan Lokal Lewat Lebaran Bekasi

Pemerintah Kabupaten Bekasi berupaya menjaga identitas budaya setempat dengan menggelar acara tahunan Lebaran Bekasi. Acara ini dianggap sebagai benteng budaya di tengah dinamika multikulturalisme. Sebagai bentuk komitmen, pemerintah setempat secara rutin memperkuat tradisi yang menjadi ciri khas daerahnya. Tujuan utamanya adalah menjaga keberlanjutan kearifan lokal, agar warisan budaya tetap hidup di tengah keragaman penduduk. Hal ini sangat penting mengingat masyarakat Bekasi terdiri dari berbagai latar belakang budaya.

Plt. Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja mengatakan, acara Lebaran Bekasi menjadi wadah untuk mempererat hubungan sosial dan mempertahankan nilai-nilai lokal. Pernyataan ini disampaikan saat menghadiri acara edisi kedelapan yang berlangsung di Saung Jajaka, Kampung Gabus, Desa Srijaya, Kecamatan Tambun Utara, pada Sabtu. Menurutnya, keberadaan Lebaran Bekasi terasa krusial karena wilayah tersebut menjadi kota yang dihuni warga dari 48 negara, dengan populasi mencapai 3,4 juta jiwa.

Lebaran Bekasi diharapkan mampu menjaga tradisi tradisional, seperti “nyorok” yang merupakan bentuk silaturahmi dengan orang tua. “Budaya asli Bekasi tidak boleh lenyap, meskipun ada keberagaman budaya lainnya,” ujar Asep Surya Atmaja. Ia menegaskan bahwa perayaan ini menjadi bagian dari upaya membangun persatuan dan menjaga kebersamaan masyarakat. Selain itu, kegiatan tersebut juga fokus pada pelestarian kesenian lokal, bahasa daerah, serta tradisi yang memperkuat kohesi sosial.

“Kalau budaya sampai hilang, lalu apa identitas kita sebagai orang Bekasi. Karena itu harus terus kita gaungkan agar tetap hidup,” ucap Damin Sada, Ketua Panitia Lebaran Bekasi. Ia menambahkan bahwa keberlanjutan acara bergantung pada dukungan finansial yang memadai. “Kegiatan ini telah berjalan delapan tahun dan muncul dari kepedulian terhadap hilangnya budaya lokal,” tambahnya.

Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kabupaten Bekasi berencana mengalokasikan anggaran rutin untuk mendukung penyelenggaraan Lebaran Bekasi setiap tahun. Langkah ini menunjukkan komitmen jangka panjang dalam menjaga kearifan lokal. Damin Sada menyambut baik rencana tersebut, menekankan bahwa anggaran menjadi faktor kunci untuk memastikan acara terus berkembang.

Selain Lebaran Bekasi, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga mengadakan Lebaran Betawi 2026 di Lapangan Banteng. Acara ini akan berlangsung pada 10-12 April dan menampilkan atraksi budaya serta kuliner khas Betawi. Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat ikatan sosial serta mengingatkan masyarakat akan warisan leluhur mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *