Special Plan: Petugas Gabungan Percepat Pembersihan Longsor Tulungagung, Akses Jalan Utama Kembali Terbuka
Petugas Gabungan Percepat Pembersihan Longsor Tulungagung, Akses Jalan Utama Kembali Terbuka
Petugas gabungan bersama warga setempat sedang berupaya mengangkat material longsor di Desa Sendang, Tulungagung. Upaya ini bertujuan untuk segera mempercepat pembukaan kembali akses jalan vital yang terputus. Tim yang terdiri dari BPBD Tulungagung, instansi terkait, serta warga lokal bekerja intensif membersihkan material yang menimbun ruas jalan di Desa Geger, Kecamatan Sendang, Jawa Timur, pada Sabtu (4/4). Pembersihan dimulai setelah hujan deras pada Jumat (3/4) sore memicu longsor di wilayah tersebut, menghambat alur lalu lintas utama.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Tulungagung, Teguh Abianto, menjelaskan bahwa proses pembersihan telah dimulai pukul 09.00 WIB. Ruas jalan yang terkena longsor menghubungkan Dusun Ngrejeng dan Dusun Turi. Awalnya, tim menggunakan cara manual dengan bantuan warga dan instansi, tetapi karena volume material yang tebal, alat berat akhirnya diterjunkan untuk mempercepat evakuasi. Sampai siang hari, sekitar 60% area terkendala telah diperbaiki, memungkinkan sebagian kendaraan kembali melintas.
“Proses pembersihan menjadi prioritas utama karena ruas jalan tersebut merupakan urat nadi aktivitas warga setempat,” tegas Teguh Abianto.
Di Desa Kradinan, Kecamatan Pagerwojo, BPBD Tulungagung juga aktif menangani dampak longsor yang terjadi setelah hujan deras Kamis (2/4). Longsor tersebut menghancurkan rumah milik Sugiono, menyebabkan dinding rusak sepanjang 4 meter dan tinggi 2,5 meter. Beruntung, tidak ada korban jiwa karena penghuni rumah berhasil menyelamatkan diri. Sebagai langkah mitigasi, BPBD memasang terpal di tebing longsor untuk mengurangi resapan air dan mencegah longsor susulan.
Pembersihan material longsor di Desa Geger menunjukkan sinergi antara pemerintah dan masyarakat. Petugas memindahkan tanah, batu, serta pepohonan yang menghalangi jalan. Langkah ini sangat krusial mengingat kondisi tanah yang masih labil dan curah hujan yang tinggi. BPBD juga mengimbau warga di area rawan longsor untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat musim hujan.
Longsor di Tulungagung menegaskan pentingnya persiapan sebelum bencana. Fase mitigasi mencakup sosialisasi, pemetaan risiko, hingga tindakan rehabilitasi pasca-kejadian. Upaya seperti penanaman pohon, pembangunan saluran air, dan pemasangan terpal di tebing berpotensi longsor dianggap efektif dalam mencegah dampak serupa. Masyarakat diminta memantau tanda-tanda awal, seperti retakan tanah atau munculnya mata air baru, sebagai indikasi kemungkinan longsor kembali.