Special Plan: Karhutla Bengkalis: Manggala Agni Terkendala Sumber Air, Kerahkan Alat Berat dan Water Bombing

Karhutla Bengkalis: Manggala Agni Terkendala Sumber Air, Kerahkan Alat Berat dan Water Bombing

Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali menghantui wilayah Bengkalis, Riau, memicu kekhawatiran yang serius. Di Desa Sekodi, Kecamatan Bantan, petugas Manggala Agni menghadapi tantangan besar akibat kurangnya sumber air, sehingga memaksa melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk mendapatkan bantuan alat berat serta menerapkan strategi water bombing.

Dalam situasi yang menantang, tim darat terpaksa menggali tanah dan membersihkan kanal untuk menemukan air. Ferdian Krisnanto, Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera, mengatakan bahwa regu Manggala Agni Daerah Operasi Siak telah dikerahkan. Mereka bertugas menemukan alternatif sumber air, karena saluran kecil di area itu terlihat kering.

“Kami berupaya mempercepat pemadaman dengan memanfaatkan sumber air lain, meskipun prosesnya lebih rumit,” ujar Ferdian.

Koordinasi dengan pemerintah desa menjadi krusial. Tujuannya adalah memastikan ketersediaan alat berat untuk membangun embung dan sekat bakar, serta menghalau penyebaran api. Meski air terbatas, operasi pemadaman terus berlangsung secara intensif.

Tim gabungan dari Manggala Agni, BPBD, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan warga setempat bekerja sama tanpa henti. Mereka fokus pada pengendalian titik api serta mencegah perluasan area yang terbakar. Gotong royong masyarakat dinilai sebagai faktor utama dalam upaya penanggulangan ini.

Untuk mempercepat proses, dukungan dari udara dikerahkan. Helikopter water bombing beroperasi, menyiramkan air ke daerah yang sulit dijangkau. Ferdian menambahkan, operasi ini diharapkan dapat mengurangi laju api dan mendinginkan area terbakar.

“Modifikasi cuaca juga dilakukan tiga kali untuk meningkatkan peluang hujan,” jelas Ferdian.

Selain itu, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sedang berjalan, dengan target wilayah Indragiri Hilir, Pelalawan, Bengkalis, dan Siak. Hujan yang tercipta diharapkan bisa mengisi kembali sumber air dan mempercepat pemadaman secara alami.

Di Desa Titi Akar, Kecamatan Rupat Utara, skala kebakaran lebih besar. Tiga tim pemadam diterjunkan, meliputi dua regu dari Daops Sumatera V/Dumai, satu tim bantuan dari Daops Sarolangun Jambi, serta satu tim dari Daops Musi Banyuasin Sumatera Selatan.

Petugas di lokasi ini bertugas membuat zona perlindungan untuk melindungi rumah warga, kebun karet, kebun cabai, hingga fasilitas umum. Upaya sinergi antara darat dan udara menjadi strategi utama dalam mengatasi tantangan serius Karhutla Bengkalis.

Masyarakat juga diberi harapan agar hujan segera turun. Doa mereka dianggap sebagai dukungan moral penting bagi para petugas yang bekerja keras di lapangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *