Meeting Results: BBWS Usulkan Bangunan Pengendali Sungai, Solusi Jangka Panjang Penanganan Banjir Demak

BBWS Usulkan Bangunan Pengendali Sungai sebagai Solusi Jangka Panjang Banjir Demak

Di tengah upaya mengatasi masalah banjir di Demak, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana mengusulkan pembangunan struktur pengendali aliran air di Sungai Senjoyo dan Bancak. Langkah ini bertujuan untuk meminimalkan risiko banjir berulang di Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Usulan tersebut diajukan oleh Kepala Operasional dan Pemeliharaan BBWS, Andi Sofyan, dalam rapat bersama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di Kantor Kecamatan Guntur, pada Sabtu (04/4).

Andi Sofyan menuturkan, hingga kini belum ada bendungan atau bangunan pengendali di sepanjang dua sungai tersebut. Kondisi ini berkontribusi pada aliran air yang deras ke wilayah Demak, meningkatkan kemungkinan banjir. Menurutnya, pembangunan struktur penampung air sangat penting karena aliran yang tidak terkontrol bisa menyebabkan limpahan di area rawan.

“Tanpa bangunan pengendali, aliran air tetap mengarah langsung ke Demak, bahkan saat penutupan di Rowo Pening dilakukan,” jelas Andi Sofyan.

Normalisasi Sungai Tuntang Jadi Prioritas

Terpisah, penanganan Sungai Tuntang juga dianggap krusial. Beberapa titik tanggul telah diperkuat dan relatif stabil, tetapi masih ada lokasi yang rawan tergenang saat hujan deras. Pohon dan hambatan di bantaran sungai juga memperlambat aliran, memperparah risiko banjir.

Sekretaris Daerah Kabupaten Demak, Ahmad Sugiharto, mengatakan bahwa pendekatan normalisasi bertahap lebih strategis dibandingkan pemindahan alur. “Pembangunan pintu air atau bendungan tambahan di sejumlah titik bisa mengatur debit air dan mencegah limpahan langsung ke hilir,” tambahnya.

Komitmen Pemerintah untuk Penanganan Darurat

Pemerintah Kabupaten Bekasi mengusulkan perbaikan tanggul permanen sebagai langkah jangka panjang untuk mencegah banjir, terutama setelah kejadian di Muaragembong. Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Dedi Mulyadi memperkenalkan skema blok untuk percepatan penataan DAS Jabar, fokus pada wilayah Bekasi hingga Bogor mulai 2025.

Sebagai solusi darurat, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menegaskan komitmen dalam memastikan layanan dasar korban banjir Demak terpenuhi. Dalam penyebab banjir, intensitas hujan tinggi dan luapan Sungai Tuntang menjadi faktor utama, mendorong 2.839 warga mengungsi dari sembilan desa di empat kecamatan.

Banjir Demak kembali menghantam beberapa desa di Kecamatan Karawang, dengan dampak yang signifikan. Upaya penanganan darurat dan langkah rehabilitasi terus dilakukan untuk mengurangi risiko kenaikan debit air yang terjadi setiap 30 menit, serta sedimen tinggi yang memengaruhi daya tampung sungai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *