Special Plan: Pakar nilai penahanan harga BBM kurangi kepanikan masyarakat
Pakar Energi dari Unpad Nilai Kebijakan Penahanan Harga BBM Efektif
Jakarta, Selasa – Profesor energi dari Universitas Padjajaran (Unpad), Yayan Satyakti, menilai bahwa langkah pemerintah mempertahankan harga bahan bakar minyak (BBM) baik subsidi maupun nonsubsidi, dalam konteks ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, berhasil mengurangi kepanikan masyarakat.
“Menurut saya, keputusan ini sudah tepat. Tujuannya untuk menekan ketidakpastian dan menghindari reaksi berlebihan dari masyarakat,” ujar Yayan saat diwawancarai ANTARA di Jakarta, Selasa.
Pakar tersebut juga menekankan bahwa kebijakan ini mencerminkan perhatian pemerintah terhadap kebutuhan rakyat. Dengan harga BBM yang dijaga stabil, Yayan yakin dapat mencegah gangguan pada keseimbangan makroekonomi, terutama inflasi dan gejolak ekonomi yang terjadi akibat tekanan global.
“Kenaikan biaya logistik dan barang impor yang sedang meningkat menunjukkan bahwa stabilisasi harga BBM sangat penting sebagai langkah pencegah pergeseran inflasi,” papar Yayan.
Pemerintah, menurut Yayan, berharap kebijakan ini bisa berlangsung hingga krisis energi global berakhir. Sebelumnya, Mensesneg Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa harga BBM tidak akan naik setelah koordinasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta PT Pertamina.
“Presiden Prabowo Subianto selalu mengutamakan kepentingan rakyat dalam pengambilan keputusan, sehingga Pertamina menjamin harga BBM subsidi maupun nonsubsidi tetap terjaga,” kata Prasetyo dalam pernyataan resmi yang diterima di Jakarta, Selasa.
Pemerintah berupaya menyampaikan informasi yang jelas untuk menenangkan masyarakat. Klarifikasi ini diharapkan bisa mengurangi kecemasan terkait isu kenaikan harga BBM yang sempat memicu perdebatan publik.