Key Strategy: Analis: Target 5.500 rudal PrSM AS baru tercapai kurang dari 20 persen
Analis: Target Produksi PrSM AS Hanya Capai Kurang dari 20 Persen dari 5.500 Unit
Menurut laporan anggaran 2026 yang diulas oleh koresponden RIA Novosti, Angkatan Darat Amerika Serikat baru mencapai sekitar 18,5 persen dari target produksi 5.500 rudal PrSM, sistem senjata balistik taktis generasi baru, dalam tahun ini. Target tersebut resmi tercantum dalam dokumen anggaran sebagai Obyek Akuisisi AD sebanyak 5.547 unit, terbagi atas dua versi, yaitu Increment 1 dan Increment 2. Versi pertama mengandung 3.986 rudal, sedangkan versi kedua menambahkan kemampuan penargetan khusus untuk serangan terhadap target darat dan maritim yang bergerak.
Dalam riwayat pengadaan resmi, produksi rudal PrSM dimulai dengan 26 unit pada tahun 2021, meningkat menjadi 54 unit di tahun 2022, dan 50 unit di tahun 2023. Pada 2024, laporan produksi sempat terhenti, lalu Angkatan Darat AS melaporkan pembelian 250 unit pada 2025 serta 152 unit di 2026. Total produksi hingga akhir 2026 mencapai sekitar 1.032 unit.
Analisis koresponden RIA Novosti menunjukkan bahwa angka ini menandakan capaian yang masih jauh dari target utama, dengan hanya 18,5 persen dari total pengadaan yang berhasil dicapai.
Berdasarkan data biaya produksi ($805,6 juta atau Rp13,6 triliun) untuk periode tersebut, jumlah pengadaan sekitar 500 unit tercatat jika dibagi dengan biaya per unit ($1,61 juta atau Rp27,3 miliar) yang ditetapkan sebelumnya. Penghilangan data tahun 2024 dianggap sebagai upaya sengaja untuk merahasiakan informasi sensitif terkait operasi militer.
Pada Rabu (25/3), Lockheed Martin dan Departemen Pertahanan AS menandatangani perjanjian kerja baru yang bertujuan menaikkan kapasitas produksi. Kebutuhan ini beriringan dengan rencana debut tempur sistem senjata tersebut selama Operasi Epic Fury yang sedang berlangsung melawan Iran sejak awal Maret lalu.