New Policy: Pakar Ungkap Arti Penting Ditembak Jatuhnya Jet Tempur AS oleh Iran
Pakar Ungkap Arti Penting Ditembak Jatuhnya Jet Tempur AS oleh Iran
Iran mengklaim telah menembak down dua pesawat tempur Amerika Serikat (AS), yakni jet tempur F-15 dan pesawat A-10 Warthog, pada Jumat (3/4). Insiden ini dianggap memiliki dampak besar bagi Iran, menurut analis dari Aljazeeera, Chris Doyle, yang menjabat direktur Council for Arab-British Understanding (CAABU).
Strategi AS yang Tersendat
Doyle menilai tindakan Iran dalam menantang kekuatan super dunia adalah bagian dari upaya menunjukkan kemampuan dalam menghadapi ancaman luar. “Ini bukan sekadar tantangan, tetapi juga menunjukkan kemampuan Iran untuk memberikan respons yang efektif,” ujarnya.
“Donald Trump berkata kepada sekutunya, ‘saya tidak butuh bantuan Anda.’ Namun, jauh dari itu, sekarang dia tampak putus asa; tampak kacau di dalam Gedung Putih,”
Menurut Doyle, situasi sekarang berbeda dari beberapa pekan lalu saat awal perang. Ketika itu, Trump diyakini bisa menang dalam sehari. Kini, terlihat keterpurukan dalam kepemimpinan Amerika.
Pentagon yang Terpuruk
Kepanikan juga terlihat saat Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth memecat tiga jenderal angkatan darat, termasuk Kepala Staf AD, Jenderal Randy George. “Kita melihat Pentagon di bawah Hegseth; dia memecat para jenderal. Tampaknya kepemimpinan Amerika tidak bisa mengendalikan apa yang sedang terjadi,” kata Doyle.
Perubahan Tujuan Perang
Doyle menjelaskan bahwa misi awal AS adalah mengganti rezim Iran, tetapi tujuan tersebut kini berubah. “Sekarang kita melihat Trump dan yang lainnya mengatakan, ‘Oh, tidak, kita tidak akan melakukan perubahan rezim,'”
Sebaliknya, Iran terlihat lebih terkendali dalam mengelola konflik. “Mereka dapat meningkatkan eskalasi sesuka hati dan memperluas konflik ketika dibutuhkan, seperti serangan rudal Houthi terhadap Israel beberapa waktu lalu,” ujarnya.
Kredibilitas AS Terancam
Doyle menegaskan bahwa ketidakmampuan AS menangani insiden ini bisa mengurangi kredibilitasnya di tingkat global. “Hilangnya pesawat-pesawat ini, yang bernilai US$100 juta, memperkuat kesan itu,”
Sementara itu, media AS melaporkan bahwa satu pilot F-15 berhasil ditemukan dan diselamatkan, sedangkan satu lagi masih dalam pencarian. Pilot A-10 disebut telah selamat. Presiden Trump sendiri sudah mengakui insiden ini, menegaskan bahwa hal tersebut tidak akan mengganggu proses negosiasi dengan Iran.