Key Issue: Bernilai Tinggi, Kartu Pokemon Picu Perampokan di Sejumlah Negara

Bernilai Tinggi, Kartu Pokemon Picu Perampokan di Sejumlah Negara

Seorang pemilik toko, Andrew Engelbeck, mengalami serangkaian pencurian di outlet miliknya di Graham, Washington, AS. Dua pelaku berhasil merampas koleksi barang dalam waktu singkat, mengambil aset senilai hampir US$10 ribu (Rp169 juta). Hal ini bukan kali pertama terjadi, dan hingga kini, para pelaku belum ditangkap.

Sejak pandemi, pasar kartu Pokémon mengalami peningkatan signifikan. Tren ini menarik perhatian para pencuri, sehingga beberapa toko di seluruh dunia, termasuk di Las Vegas, New York, Vancouver, Kanada, dan Nottingham, Inggris, menjadi sasaran. Kerugian akibat pencurian kartu mencapai lebih dari US$500 ribu dalam tahun ini saja.

“Kami menjalani tiga tahun yang baik setelah pertama kali buka tanpa hambatan,” ujar Engelbeck, yang memulai bisnisnya pada 2018. “Namun, seiring melonjaknya nilai koleksi, situasi mulai memburuk,” tambahnya, seperti dilaporkan CNN pada Minggu (5/4).

Paul Walker, seorang sersan polisi di Abbotsford, British Columbia, menyoroti adanya peningkatan kasus perampokan yang menargetkan toko kartu. “Ini menjadi kekhawatiran ketika kita mulai melihat tren seperti ini,” katanya.

Kartu Pokémon kini memiliki nilai yang sangat tinggi. Dalam setahun terakhir, harganya melonjak dua kali lipat. Menurut Nick Jarman, CEO dari Certified Trading Card Association, “Para perampok dapat mengambil segenggam kartu yang bernilai ribuan atau puluhan ribu dolar, lalu memasukkan ke dalam saku mereka. Penjualan kembali terjadi dengan cepat, dan likuiditasnya tinggi.”

Seorang kreator konten bernama PokeDean mengunggah video YouTube pada Februari, menunjukkan rumahnya dalam kondisi rusak. Setelah meninggalkan rumah beberapa hari, ia kembali dan menemukan rak kosong serta kotak dan laci yang berantakan. Laptop dan konsol gimnya terlebih dahulu dibiarkan begitu saja, tetapi yang paling berharga adalah koleksi kartu Pokémon yang hilang.

“Lakukan yang terbaik untuk menjaga (kartu Pokémon Anda) tetap aman, karena Pokemon sangat populer saat ini,” katanya. “Ada orang jahat di luar sana yang ingin melakukan hal semacam ini.”

Selain itu, Logan Paul, seorang influencer AS, pernah menjual kartu Pikachu langka seharga US$16,5 juta. Fenomena ini memperkuat kekhawatiran bahwa nilai tinggi kartu Pokémon menjadi daya tarik bagi para pelaku kejahatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *