Special Plan: TVRI pastikan siaran Piala Dunia tembus zona merah di Sultra
TVRI pastikan siaran Piala Dunia tembus zona merah di Sultra
Kendari, Sulawesi Tenggara – Stasiun TVRI di Sulawesi Tenggara (Sultra) telah mengambil langkah strategis untuk memastikan seluruh warga, termasuk di wilayah yang sulit terjangkau, dapat menyaksikan tayangan Piala Dunia 2026. Kepala Stasiun TVRI Sultra, Emelia Baharessa, menjelaskan bahwa sebagai penyiar resmi, pihaknya berupaya memperluas cakupan siaran melalui kerja sama intensif dengan pusat terkait siapnya teknologi dan infrastruktur digital.
Dalam wawancara di Kendari, Minggu, Emelia menyoroti bahwa sebagian daerah di Sultra masih berada dalam “zona merah” karena keterbatasan jangkauan TV digital. “Kami sedang memperbaiki aspek teknis dan menyiapkan perangkat agar tayangan bisa sampai ke lokasi terpencil,” ujarnya. Selain itu, ia juga menyebut bahwa TVRI Sultra sedang mempertimbangkan kerja sama dengan pihak ketiga untuk memastikan konten siaran Piala Dunia mencapai wilayah terluar.
“Sesuai arahan pusat, kami membuka peluang bekerja sama dengan TV kabel lokal serta pemerintah daerah yang antusias. Dengan demikian, masyarakat bisa merasakan kegembiraan saat pertandingan berlangsung,” tutur Emelia.
TVRI Sultra juga berencana mengadakan nonton bareng (nobar) resmi di halaman kantor stasiun, dengan melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal. Tujuannya, menciptakan suasana perayaan yang inklusif sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sultra, Hugua, menyambut baik inisiatif TVRI. Ia menilai akses menonton Piala Dunia sangat berpengaruh pada semangat masyarakat. “Ini menjadi sarana untuk mengisi kembali energi kehidupan sehari-hari, agar masyarakat bisa sementara melupakan masalah melalui antusiasme olahraga,” ujarnya.
“Dengan cakupan siaran yang lebih luas, dinamika ekonomi di tingkat desa hingga kota juga akan semakin bergerak. Munculnya titik-titik kumpul masyarakat akan membantu perekonomian lokal,” tambah Hugua.