Latest Program: Setahun Hari Pembebasan Trump, Kemenangan AS Belum Sepenuhnya Nyata!

Setahun Hari Pembebasan Trump, Kemenangan AS Belum Sepenuhnya Nyata!

Jakarta, Satu tahun setelah Donald Trump, Presiden Amerika Serikat (AS), mengumumkan kebijakan tarif besar yang disebutnya sebagai “Hari Pembebasan”, Gedung Putih kini membanggakan hasil positif dari kebijakan tersebut. Menurut pemerintah AS, defisit dagang menyempit, investasi manufaktur meningkat, aktivitas pabrik menguat, serta pekerja Amerika kembali mendapat manfaat. Pada Kamis (2/4/2026), pemerintah AS meluncurkan pernyataan resmi yang menyebutkan bahwa perekonomian negaranya kini lebih tangguh, kompetitif, dan aman dibandingkan setahun sebelumnya.

Defisit Dagang Memang Menyempit

Satu tahun pasca-Hari Pembebasan, klaim utama pemerintah AS adalah penurunan tajam defisit dagang barang. Data menunjukkan defisit perdagangan AS dengan China turun 32%, sementara dengan Uni Eropa menyusut hampir 40%. Namun, defisit dagang yang mengecil belum otomatis berarti sektor industri AS benar-benar pulih. Menurut analisis, neraca perdagangan hanyalah satu aspek yang perlu dipertimbangkan.

“Defisit dagang yang mengecil menjadi salah satu target utama Trump. Semakin kecil ketergantungan pada impor, semakin kuat posisi ekonomi Amerika di hadapan mitra dagangnya,”

Pemerintahan Trump menegaskan kebijakan “America First” telah melindungi pekerja, menambahkan pemasukan dari tarif, memperbaiki hubungan dagang, dan mempercepat kepulangan manufaktur ke tanah air. Meski demikian, data menunjukkan narasi kemenangan ini masih perlu diuji.

Janji Investasi Besar Belum Sepenuhnya Terlihat

White House juga mengklaim perang dagang memicu gelombang reshoring atau kepulangan industri ke AS. Dijelaskan bahwa triliunan dolar investasi swasta dan asing mengalir ke sektor manufaktur, termasuk dari perusahaan teknologi, otomotif, dan farmasi. Akan tetapi, data dari Tax Foundation menunjukkan gambaran yang lebih hati-hati.

“Investasi langsung asing (FDI) ke AS sepanjang 2025 tidak menunjukkan lonjakan dramatis seperti yang berulang kali diklaim Trump,”

Data Bureau of Economic Analysis menegaskan FDI pada 2025 sebesar US$288,4 miliar, justru lebih rendah dari rata-rata 10 tahun sebelumnya yang mencapai US$320,7 miliar. Angka ini juga di bawah capaian tahunan pada 2021 hingga 2024. Meski ada banyak pengumuman investasi, realisasi secara agregat belum menunjukkan ledakan yang dijanjikan.

Aktivitas Pabrik Membaik, Tapi Pekerjaan Belum Kembali Ramai

Pemerintahan Trump mengangkat pulihnya aktivitas manufaktur sebagai bukti keberhasilan. Dikatakan indikator aktivitas pabrik pada Januari, Februari, dan Maret 2026 menunjukkan ekspansi, bahkan menjadi tertinggi sejak Agustus 2022. Produksi industri mencapai level tertinggi sejak 2019, sementara produktivitas manufaktur naik menjadi yang terbesar dalam hampir dua dekade.

Bagaimanapun, pemulihan aktivitas industri belum sepenuhnya tercermin di pasar tenaga kerja. Data US Bureau of Labor Statistics mencatat jumlah pekerjaan manufaktur berkurang sekitar 89.000 dari April 2025 hingga Februari 2026. Penurunan ini mengindikasikan bahwa perang dagang belum sepenuhnya menghidupkan sektor manufaktur secara nyata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *