New Policy: Brigade siapkan pengawalan di tiga titik jalur pendakian Gunung Dempo
Brigade Siapkan Pengawasan Ketat di Tiga Titik Rawan Jalur Pendakian Gunung Dempo
Palembang, 28 Maret 2026
Sebagai upaya mengurangi risiko kecelakaan, Balai Registrasi Gunung Merapi Dempo di Pagaralam, Sumatera Selatan, mengatur pengawasan ketat di tiga area berpotensi bahaya pada jalur pendakian gunung tersebut. Petugas dari Brigade Dempo, Wayan, mengungkapkan bahwa titik-titik kritis ini termasuk Longsoran Cadas, Dinding Lemari, dan Puncak Bayangan. Langkah ini diambil setelah terjadi kecelakaan yang menyebabkan cedera pada empat pendaki pada 28 Maret 2026.
“Kami memastikan pengawasan dilakukan untuk menjaga keselamatan para pendaki,” jelas Wayan. “Tiga titik tersebut membutuhkan persiapan maksimal sebelum menginjak Gunung Dempo.”
Petugas akan tinggal di lokasi-lokasi tersebut selama berada di gunung, guna memberikan bantuan segera jika diperlukan. Menurutnya, cuaca yang tidak menentu dan jalur yang licin akibat hujan menjadi ancaman utama, terutama bagi pendaki yang kurang siap. “Kondisi fisik yang prima serta perlengkapan yang memadai sangat penting untuk menghadapi medan yang cukup berat,” tegasnya.
Dalam kejadian sebelumnya, empat pendaki yang dievakuasi berasal dari wilayah berbeda. Pendaki bernama Wawa (23), asal Sarolangun, mengalami patah kaki. Sementara dua pendaki lainnya dari Palembang, Maya Septy Ilmiyanti (23) dan Najwa (19), mengalami demam serta keseleo. Satu pendaki dari Bengkulu, Ica, ditemukan dalam kondisi pingsan.
Gunung Dempo tetap menjadi favorit bagi pecinta alam nasional dan internasional. Pada tahun 2025, Balai Registrasi mencatat jumlah pendaki yang memanjakkan diri ke puncak gunung tersebut mencapai 7.367 orang. Meski populernya terus meningkat, pihak Brigade berupaya memastikan setiap pendaki memahami tantangan yang mungkin dihadapi sebelum menantang medan alam di sana.