Important Visit: Pangdam Udayana beri penghormatan terakhir prajurit gugur di Lebanon

Pangdam Udayana beri penghormatan terakhir prajurit gugur di Lebanon

Minggu, upacara pemakaman militer diadakan secara serius di Taman Makam Pahlawan Giri Dharmoloyo II, Magelang, Jawa Tengah, untuk menghormati Serka (Anumerta) Muhammad Nur Ichwan, prajurit Kodam IX/Udayana yang gugur saat menjalankan tugas perdamaian di Lebanon Selatan. Acara dihadiri oleh keluarga almarhum, rekan sejawat, serta pejabat TNI tingkat tinggi sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan perjuangan yang telah ia berikan. Kehadiran Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Piek Budyakto, menunjukkan dukacita mendalam institusi terhadap kepergian prajurit tersebut.

Upacara tersebut dipimpin oleh Wakil Panglima TNI, Jenderal Tandyo Budi Revita, yang bertindak sebagai inspektur upacara. Banyak pejabat dari Kodam IV/Diponegoro dan Akademi Militer turut hadir, menandai perayaan kehormatan yang konsisten bagi para anggota TNI yang berpulang dalam tugas nasional. Prosesi dimulai dengan membacakan riwayat hidup almarhum, yang menyoroti pengabdian dan semangatnya sebagai prajurit dalam menjaga kehormatan bangsa di tingkat internasional.

“Hari ini kita melepas salah satu putra terbaik bangsa yang telah mengabdikan jiwa dan raganya demi tugas negara. Semoga pengabdian almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa,” ujar Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Piek Budyakto.

Saat apel persada dilaksanakan, suasana penuh haru mengisi lokasi. Tradisi militer ini menjadi simbol penyerahan kembali jiwa almarhum kepada Ibu Pertiwi, serta menandai akhir dari perjalanan pengabdian prajurit yang gugur. Seluruh peserta upacara memberikan penghormatan akhir, diakhiri dengan peletakan karangan bunga sebagai penghargaan atas kontribusi dan pengorbanan almarhum.

Kapendam IX/Udayana, Widi Rahman, menjelaskan bahwa apel persada merupakan bagian penting dari ritual militer, yang melambangkan penghargaan terhadap keberanian prajurit. Ia menekankan bahwa prosesi ini tidak hanya seremonial, tetapi juga menunjukkan solidaritas institusi terhadap keluarga yang ditinggalkan. Serka Muhammad Nur Ichwan dikenang sebagai sosok yang disiplin, setia, dan penuh dedikasi dalam setiap misinya, yang telah membuatnya menjadi contoh bagi rekan-rekan prajurit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *