New Policy: BGN Cek SPPG di Pondok Kelapa yang Bikin 72 Siswa Keracunan MBG

BGN Mulai Investigasi Penyebab Keracunan 72 Siswa di Pondok Kelapa

Setelah makanan spaghetti dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyebabkan keracunan pada 72 siswa di Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan akan menyelidiki akar masalah tersebut. Sampai saat ini, masih ada sekitar 50 siswa yang menjalani perawatan di rumah sakit.

“Ya sudah dong (dicek), karena ada Kepala SPPG, Korwil, dan Kareg (Kepala Regional). Saya juga akan lakukan pemeriksaan,” tutur Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, saat dihubungi pada hari Minggu (5/4/2026).

Nanik mengatakan belum memberikan detail tentang temuan atau kekurangan di SPPG Pondok Kelapa. Ia menambahkan, keputusan akhir akan diambil setelah pemeriksaan menyeluruh selesai.

“Soal suspend nanti kita lihat perkembangannya,” ujarnya.

Menurut informasi yang diperoleh, 72 siswa berasal dari empat sekolah di area Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur (Jaktim). Mereka dirawat di tiga rumah sakit rujukan, yaitu RSKD Duren Sawit, RSKD Pondok Kopi, dan Rumah Sakit Harum.

Keterangan Gubernur DKI Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi para korban di RSKD Duren Sawit. Ia ingin memastikan respons pemerintah terhadap kasus ini berjalan lancar.

“Seperti kita ketahui bersama, ada dampak dari makanan yang disiapkan oleh SPPG di lokasi Pondok Kelapa Dua,” kata Pramono di Duren Sawit, Sabtu (4/4/2026).

Pramono menegaskan dugaan awal mengarah pada spaghetti yang disajikan dalam MBG. Namun, ia meminta hasil laboratorium sebagai dasar untuk menentukan langkah selanjutnya.

“Memang diduga dari makanan spagetinya, diduga. Tapi saya tidak mau berandai-andai. Nanti biar laboratorium yang menyampaikan secara terbuka,” tambahnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *