Historic Moment: KSAD pastikan negara penuhi seluruh hak tiga prajurit TNI yang gugur
KSAD pastikan negara penuhi seluruh hak tiga prajurit TNI yang gugur
Jakarta – Tiga prajurit TNI yang gugur dalam misi perdamaian di Lebanon Selatan telah kembali ke tanah air. Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyatakan bahwa negara telah memastikan semua hak mereka terpenuhi. Selain itu, keluarga dari para prajurit tersebut akan tetap diakui sebagai bagian dari keluarga besar TNI.
“Negara terus memberikan perhatian dan dukungan penuh,” ujar Maruli dalam pernyataannya yang diterima di Jakarta, Minggu.
Dalam upacara pelepasan, KSAD memimpin prosesi pemakaman tiga jenazah yang tiba di Jakarta pada Sabtu kemarin sekitar pukul 17.00 WIB melalui penerbangan dari Turki. Acara ini berlangsung di Apron VIP Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Presiden RI Prabowo Subianto turut hadir untuk memberikan penghormatan terakhir sebelum jenazah diantar ke daerah masing-masing.
Maruli menekankan bahwa gugurnya ketiga prajurit tersebut adalah duka yang mendalam bagi TNI, khususnya Angkatan Darat. Namun, ia juga mengingatkan bahwa pengorbanan ini menjadi pengingat bahwa setiap tugas militer selalu membawa risiko, namun semangat dan dedikasi mereka tetap menjadi contoh bagi seluruh prajurit.
“Pengorbanan mereka tidak mengurangi komitmen TNI untuk terus berkontribusi dalam misi perdamaian dunia,” tambahnya.
Upacara dimulai dengan penyerahan jenazah dari kesatuan ke negara, yang diterima langsung oleh KSAD. Tiga prajurit yang gugur adalah Mayor Inf (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar, Serka (Anumerta) Muhammad Nur Ichwan, dan Kopda (Anumerta) Farizal Rhomadhon. Mereka tugas sebagai anggota Pasukan Penjaga Perdamaian PBB di Lebanon Selatan, yang dikenal sebagai Satgas UNIFIL.
Jenazah Mayor Inf Zulmi Aditya Iskandar akan dimakamkan di TMP Cikutra, Magelang untuk Serka Muhammad Nur Ichwan di TMP Giri Dharmoloyo II, dan Kopda Farizal Rhomadhon di TMP Giripeni di Kulonprogo. Maruli menyatakan bahwa kepulangan jenazah ini adalah kehilangan besar, karena mereka dianggap sebagai putra-putra terbaik yang dipilih untuk melayani perdamaian.